RENUNGAN JUM'AT HARI 16 RAMADHAN 1439 H

Seperti biasa melakukan kegiatan rutin di Bengkel.  Terkadang saat  ada langganan yang mau ganti kampas rem atau service.  Tangannya memegang satu batang rokok sambil dihisapnya.  Tubuhnya gagah, genteng degngan bau wangi pakainnya. Perasaan nyaman dan tak berdosa terlihat dari wajahnya saat mengisap rokok.  Generasi mileneal usianya sekitar 23 tahun, mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Atau dianggapnya ramadhan hari ke 16 ,  1439 H dianggap seperti hari-hari biasa. Namun banyak pula yang lainnya yang tidak diketahui karena puasa merupakan ibdah antara manusia dengan Allah SWT. Ngapain kita terlalu kepo.  Kalau kita biarkan sebenarnya kita egois tidak mau mengajak-ajak teman untuk suatu kebaikan.  Sholat tarawih di Mushola khususnya untuk yang jamaah laki-laki dewasa hanya hanya 2 baris itupun tak penuh.  Jamaah anak-anak mendominasi jamaah sholat terawih karena masih ada takjil setiap malam.  Unuk ibu-ibu masih 4 baris lebih.  namun itu sudah lebih baik jika dibandingkan dengan tarawih puasa tahun kemarin.  Itulah fenomena ibadah sholat terawih di masjid atau mushola.

Hati kecilku berguman manusia ini hatinya terbuat dari apa?  Apakah tidak pernah sakit ? Hemm, aku sambil memperlihatkan tangannya dengan cekatan menghisap satu batang rokok.  Tak terasa sudah satu batang rokok telah dihabiskan. Bukan satu dua orag saja namun rata-rata yang datang sekitar 75 % tidak melaksanakan perintah puasa.  Seberang jalan terdapat warung yang saat bula puasa ramai langgannya.  Rata-rata badannya besar-besar.  Hemm, apakah mereka tidak kuat puasa, ahh entahlah.  Pada hakikatnya mereka dengan sombongnya berani untuk tidak menjalankan perintah puasa.  Mungkin untuk apa puasa, saat ini saya bisa makan punya uang.

Materialisme mungkin yang menjadi landasan dalam berpikir  Mungkin banyak orang yang khusyuk menjalankan perintah Allah SWT hidupnya tidak berubah.  Pada prinsipnya mereka mempunyai landasan berpikir yang berbeda; 1) ada yang cara berpikirnya idealisme yang selalu mengunakan akal pikirannya dalam setiap pengambilan keputusan, 2) ada yang berpikir pragmatik, bahwa mereka bekerja atau melakukan kegiatan harus ada korelasi terhadap pekerjaan tersebut jika tidak ada maka mereka tidak mau mengerjakan, 3) empirisme cara berpikir berdasarkan pengalaman dalam hidupnya, cara berpikir seseorang akan melakukan suatu kegiatan yang didasarkan pengalaman baik berdasarkan ilmu pengetahuan ataupun agama serta sosial.  Oleh sebab itu jika caraberpikir tersebut kita paksakan dalam masyarakat yang majemuk maka akan terjadi perselisihan.  Mereka mempunyai pandangan bahwa cara pandangnya paling benar.  Malam turunnya Al Qur' an yang sering disebut dengan malam Lailatu Qodar malam yang sangat ditunggu oleh umat muslim.  Mudah-mudahan kita dipertemukan dengan malam tersebut. Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT. Amien

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.