ANUGERAH TERINDAH MANUSIA

Anugerah Terindah Manusia

Referensi dari Buku Merangkai Kata Mengikat Makna

Pemenang Hibah Buku Ajar Kemenristek Dikti tahun 2017


Otak manusia merupakan anugerah yang luar biasa harus kita manfaatkan untuk peningkatan kapasitas ilmu pengatahuan yang dipergunakan untuk diri sendiri maupun masyarakat. Manusia bebas untuk menggunakan akal pikirannya. Namun kebebasan berpikir tersebut dibatasi oleh norma masyarakat, norma hukum, dan norma agama. Oleh sebab itu tujuan manusia menggunakan akal pikirannya untuk menciptakan tatanan masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya. 



Menurut Wulandari IP (2009: 208) otak manusia tersusun oleh sekitar 100 miliar sel saraf dengan fungsi yang kompleks sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas manusia. Terkait dengan keberadaan otak, berkembang disiplin ilmu neurosains yang khusus membahas masalah otak dan sistem saraf terutama sel-sel neuron) (Hernanta, 2013). Penciptaan manusia yang luar biasa mustahil jika dilakukan oleh manusia atau makhluk hidup lain, hanya Allah SWT yang mampu untuk menciptakan sel saraf manusia yang terdiri dari 100 milyar. Manusia yang tidak tahu asal muasalnya akan merasa sombong hidup di dunia ini. Mereka tidak bersyukur dengan senantiasa memanfaatkan anugerah otak yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup ciptaan Allah SWT lainnya.


Otak manusia akan berpikir jika menghadapi persoalan dalam hidupnya. Kemampuan menulis manusia tidak bisa dilepaskan dari peran otak manusia. Binatang tidak mempunyai kemampuan sehebat manusia. Manusia mampu mengoptimalkan kerja otak demi kesejahteraan umat manusia. Untuk lebih jelasnya saudara harus mengetahui kegunaan otak kanan dan otak kiri manusia yang mempunyai fungsi yang berbeda. Anugerah terindah yang berupa akal pikiran membuat manusia diangkat menjadi pemimpin di muka bumi. Oleh sebab itu menyeyangi sesama makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa menjadi kewajiban hidup. Kegiatan yang dilakukan manusia harus bersumber dari akal pikirannya. 


Hidup ini indah dan bermakna. Oleh sebab itu peran pikiran manusia sangat penting dalam mengendalikan seluruh fungsi sel syaraf tubuh manusia. Sel syaraf manusia terdiri dari sel-sel yang dialamnya terdapat komponen sel seperti mitokondria, inti sel, cairan sel, dan lain sebagainya yang tersistem dengan sangat luar biasanya diatur oleh pusat syaraf yaitu otak manusia. Menurut Buzan T (2007) otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik seperti membaca, bahasa, dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan.


Otak manusia yang mempunyai karakteristik dengan fungsi yang berbeda harus kita manfaat dengan membuat sebuah rangsangan yang efektif sehingga bisa kita maksimalkan. Otak kiri yang kita gunakan untuk berpikir secara rasional atau logika sangat berhubungan sekali dengan ilmu eksakta. Namun berbeda jika dibandingkan dengan otak kanan yang diciptakan Allah SWT, untuk mengembangkan daya imajinasi. Daya imajinasi manusia sangat diperlukan sekali untuk mengembangkan ilmu pengetahuan baik eksakta maupun sosial. Imajinasi manusia memegang peranan penting bagi perkembangan peradaban manusia. Imajinasi menjadi motivasi manusia untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. Imajinasi Thomas Alfa Edison berhasil menciptakan lampu pijar yang dapat merubah energi listrik menjadi energi cahaya. Newton dengan imajinasinya berhasil menciptakan teori grafitasi bumi yang melahirkan beberapa teori energi yang bermanfaat bagi umat manusia.



Kemampuan menulis manusia yang dibagi menjadi dua yaitu tulisan ilmiah yang berkaitan sekali dengan otak kiri manusia dan otak kanan manusia yang sangat dibutuhkan untuk menulis fiksi. Namun kenyataannya tidak seperti hal tersebut antara otak kanan dan otak kiri sangat dibutuhkan dalam menulis baik ilmiah maupun fiksi. Keduanya sangat dibutuhkan sehingga akan menghasilkan sebuah karya imiah atau fiksi yang menarik. Oleh karena itu kita sebagai manusia harus bersyukur kepada Allah SWT, bahwa kita telah dianugerahi otak yang sangat luar biasa yang mengandung bermilyar-milyar sel yang sangat bermanfaat bagi manusia. 


Tabel 1. Perbedaan Fungsi Hemisfer Kiri dengan Hemisfer Kanan

Hemisfer kiri 

Hemisfer kanan 
· Lebih mempunyai representasi-representasi sensoris dan motoris.
· Lebih bisa mengolah informasi temporal (informasi mengenai jangka waktu, yang berhubungan dengan tekanan dan penghentian) dan lebih canggih dalam penangkapan pola-pola bicara.
· Dalam hal pengaturan waktu, memberi urutan pada sesuatu dan soal-soal pembagian, hemisfer kiri mengambil peran lebih besar
· Bekerja lebih analitis, lebih memperhatikan detail
· Lebih luas asosiasi visualnya.
· Berfungsi untuk penyadaran dan
pengenalan pola-pola, pada bidang auditif, berarti penyadaran dan pengenalan pola-pola nada musik.
· Berperan penting dalam mengenal gambar, membayangkannya secara mental, juga mengolahnya di ruang mempunyai konsentrasi noradrenalin yang dapat mempengaruhi pengarahan perhatian yang berperan aktif dalam menentang depresi dan perasaan takut 


Sumber:
Reni I.I. Dharmaperwira-Prins, Gangguan-gangguan Komunikasi pada Disfungsi Hemisfer Kanan dan Pemeriksaan Komunikasi Hemisfer Kanan, terj. Yita Dharma Hillyard (Jakarta: Djambatan, 2004), hal. 15-16.

Dalam penelitiannya, Sperry dkk menguji 10 pasien yang pernah dioperasi otaknya oleh William Van Wagenen (seorang ahli bedah otak). Operasi tersebut dimaksudkan untuk mengobati epillepsy, semacam serangan pada otak yang disebabkan oleh pemberian isyarat (signaling) sel syaraf yang berlebihan. Untuk mencegah agar serangan ini tidak merambat pada hemisfer lainnya, maka pada operasi tersebut dilakukan pemotongan korpus kallosum (bagian otak yang berfungsi memindahkan sinyal dari kemisfer kanan ke hemisfer kiri. Dari penelitian yang dilakukan terhadap pasien ini, Sperry beserta temannya kemudian mengetahui bahwa setiap belahan otak memiliki fungsi dan tugas masing-masing. 

Referensi.
Hendriyanto, 2018. Merangkai Kata menikat Makna. Lamongan. Pustaka Ilalang 
(halaman 40-45)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.