KEJADIAN YANG SERING TERJADI SAAT ACARA PERNIKAHAN

Kejadian saat aku menghadiri pesta perkawinan saudara Ttanggal 23 Juni 2018. Pagi jam 7.30 aku dan keluargaku menghadiri acara ijab di rumah mempelai wanita yang tak lain adalah saudaraku. Dulu saat masih muda tinggal bersama dengan ibu mertua danisteri saya, aku biasa panggil Pak.Pomo.  Setelah acara selesai aku disuruh datang sebelum jam 13.00 untuk foto keluarga. Akhirnya saya engan kelarga datang sebelum jam 13.00 WIB.  Kemudian dengan santai sama keluarga menuju tempat untuk foto bersama mempelai sebelum tamu undangan umum datang.  Alangkah kaget saya disuruh oleh pembawa acara untuk istirahat ditempat yang telah ditentukan. Padahal pembawa acara tersebut mengenal saya. Padahal aku sama keluarga manten yang tak lain Kepala dinas di suatu instansi  tidak mungkin mempunyai keluarga seperti keluarga saya.  Mikrofon dan pengeras suara yang dibawa oleh pembawa acara disuruh untuk antri karena acara untuk salaman menanti acara foto keluarga.    Akhirnya saya mengikuti instruksi pembawa acara, duduk sambil menunggu acara foto keluarga selesai.  Mungkin aku orang desa.nggak mungkin punya saudara seorang pejabat. Akhirnya aku salaman seperti tamu biasa. Saat salaman aku disuruh untuk foto bersama dengan manten. Hem kok seperti itu manusia, padahal dia juga bekerja untuk mencari pelanggan.
Kita memperlakukan sesama manusia harus sama apalagi hanya kita.disuruh untuk MC. Sifat ketimuran harus dijaga. Manusia jangan dipandang dari pangkat, jabatan, dan harta namun lihatlah kulitasnya. Memang kita perlu bersabar mungkin pembawa acaranya kilaf atau tidak diberitahu oleh yang punya hajat. Namun itu pengalaman yang konyol namun membekas di hati.  Perlakuan kepada manusia harus sebaik mungkin karena dihadapan Allah SWT manusia yang beruntung yang selalu menjalankan perintah dan larangannya.  Bukan dinilai dari bentuk jabatan dan kedudukan serta harta. Akhirnya saat saya salaman saya dan keluarga disuruh untuk foto keluarga terlebih dahulu.  Saya tak tahu bagaimana perasaan pembawa acara saetelah saya disuruh oleh yang mempunyai hajat untuk foto bersama. Akhirnya barusan mcnya minta maaf. Manusia banyak kilaf, maka kita wajib memaafkan. Intinya jagalah lidah karena lidah dengan perangkat alat ucap manusia harus selalu kita kendalikan. Hasil dari proses produksi lisan harus dipikirkan dengan baik agar menghasilkan suatu ujaran yang santun dan menyejukan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.