RENUNGAN MINGGU PAGI HARI 18 RAMADHAN 1439 H

Manusia tidak mempunyai hak untuk menilai terhadap sesama makhluk hanya disebabkan oleh kedudukan, pangkat, derajat, dan kekayaan.  Jabatan, kekayaan, anak, rejeki semua itu hanya titipan dari Allah SWT agar manusia bisa dimanfaatkan bagi kemakmuran umat.  Terkadang manusia sombong dan takabur terkadang mereka lupa jika sudah memmilki segalanya mereka seakan-akan mau megnatur semuanya. Mereka pikir bahwa dengan kekuasaan dan kekayaannya tersebut dapat menjamin keselamatan Dunia dan Akhirat.  Contoh kecil dalam hal makanan.  Untuk makan X dengan tempat A dikhususkan untuk manusia tipe A.  Sehingga manusia dengan derajat B tidak diperbolehkan masuk apalagi untuk mengambil makanan yang tersedia.
Manusia hanya berasal dari air mani yang sangat hina.  Kita dilahirkan ke dunia tanpa diberikan busana.  Jika kita mati hanya kain kafan yang dibawa sampai liang lahat.  Oh manusia.  Kita diberikan harta, jabatan,anak hanya digunakan untuk membantu diri sendiri dan umat manusia yang membutuhkan.  Jangan sampai gelar kita tinggi membuat kita memandang rendah manusia yang tidak mempunyai pendidikan tinggi.  Manusia mempunyai kemampuan masing-masing yang merupakan anugerah dari Allah SWT.  Jika pandai, jabatan tinggi, kaya hanya digunakan untuk mencari pengakuan sesama manusia maka kita bisa disebut dengan manusia yang merugi.  Jangan saudara bangga dengan hartamu dan kekuasaanmu karena semuanya hanya atas ijin dari Allah SWT.  Jangan sampai saudara pemer mobil mewah, pamer rumah mewah, jika tidak ada ijin dari Allah SWT manusia tidak akan mungkin untuk mendapatkannya.  Dunia hanya sendau gurau dan main-main, akhirat itulah sebenarnya kehidupan.  Manusia harus senantiasa bersyukur dan memanfaatkannya untuk kepentingan umat bukan kepentingan golongan.  Kesemuanya itu hanya untuk mencari bekal akhirat yang abadi.
Banyak contoh  di Al Qur'an Orang kaya dan mempunyai kekuasaan hanya dengan hitungan detik semua kekayannya tertelan di dalam perut bumi yaitu Karun dan Fir'aun.  Manusia tidak mampu untuk menghindarkan takdir dari Allah SWT berupa penyakit, bencana alam, dan kematian.  Oleh sebab itu banyak sekali pada bulan Ramadhan karena alasan duniawi mencari harta benda mereka banyak meninggalkan puasa wajib di bulan Ramadhan serta sholet sunah tarawih dan ibadah sunah lainnya.  Hawa nafsu manusia harus kita kendalikan agar hidup kita benar-benar bersyukur atas limpahan berkah dan hidayah dari Allah SWT.
Firman Allah dalam surat Al-'Ankabut 66) yang artinya: agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). (Al-’Ankabut: 66).  Untuk itu kita jangan sampai terlena oleh kehidupan duniawi yang sangat menjebak itu.  Kita harus selalu menyerahkan diri kita kalau bisa dengan keluarga kita hanya kepada Allah SWT, serta selalu menebarkan benih-benih kebaikan kepada sesama.  menyerahkan semua urusan hanya kepada Allah SWT.  Semoga yang membaca artikel ini senantiasa dijaga hati kita untuk selalu istiqomah dalam menjalankan perintah agama Islam. Amien

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.