PEMIKIRAN POSTMODERNISME





Pascamodernisme (atau postmodernisme, posmodernisme, post-mo) adalah gerakan abad akhir ke-20 dalam seni, arsitektur, dan kritik, yang melanjutkan modernisme. Termasuk dalam pascamodernisme adalah interpretasi skeptis terhadap budaya, sastra, seni, filsafat, sejarah, ekonomi, arsitektur, fiksi, dan kritik sastra. Istilah "postmodernisme" secara harfiah berarti "setelah modernisme." Istilah ini digunakan untuk menjelaskan era saat ini secara filosofis, yang terjadi setelah era modernisme. Postmodernisme merupakan reaksi (atau mungkin lebih tepat, respon kekecewaan) terhadap kegagalan dari janji modernisme yang mengagung-agungkan kekuatan logika manusia untuk membangun umat manusia yang lebih baik dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Salah satu keyakinan modernism: hal-hal yang mutlak itu ada. Postmodernisme berusaha untuk mencari hal-hal yang "benar," dengan terlebih dahulu mengeliminasi kebenaran mutlak dan menjadikan segala sesuatu (termasuk ilmu-ilmu empiris dan agama) menjadi bersifat relatif bagi keyakinan dan keinginan seorang individu.  Bahaya pemikiran postmodernisme menganggap bahwa kebenaran itu relatif.  Kebenaran yang pada masa lalu lebih berkaitan dengan teologi atau agama, namun setelah pasca dimana manusia yang saat itu mengangunkan ilmu pengetahuan namun tidak mencapai suatu tujuan yang mereka ingikan.  Akhirnya mereka mempunyai paham bahwa setiap individu, kelompok, atau kelompok yang lebih luas menganggap pendapat dia adalah benar.  Pemikiran ini membahayakan kehidpan berbangsa dan bernegara.  Jika masing-masing mepunyai kebenaran sendiri-sendiri dan memandang skeptis terhadap pandangan orang lain maka ini akan membahayakan bagi hidup dalam sebuah kebersamaan.  Setiap keputusan yang mereka ambil merupakan pendapat yang paling benar.  marilah kita dalamera modern ini bisa mengkombinasikan pola pemikiran terhadap kebenaran.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.