AKAL BUDI MANUSIA MEWUJUKAN KARAKTER BANGSA

MERANGKAI KATA MENGIKAT MAKNA: HALAMAN 3

 AGOES HENDRIYANTO

Akal budi manusia akan menghasilkan kemampuan atau kompetensi. Selain kompetensi manusia dengan akalnya akan menghasilkan karakter manusia. Bagaimana hubungan antara akal budi manusia terhadap kompetensinya? Akal budi manusia akan menghasilkan karakter yang kuat.  Karakter yang kuat mempengaruhi daya cipta, karsa manusia baik dalam bidang sosial, alam, matematika yang berguna bagi perkembangan peradaban manusia. Mahasiswa sebagai generasi masa depan harus ditumbuhkembangkan karakter mulia bagi pencapaian tujuan masa depannya. Akal budi manusia tidak akan terlepas dari hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan nilai karakter yang dikembangkan dalam buku “Merangkai Kata Mengikat Makna” sebagai berikut; pertama, religiusitas merupakan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dengan mempelajari hakikat kebenaran.  Selain itu tumbuhnya sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.  Manusia harus sadar bahwa hakikat manusia sebagai makhluk yang paling lemah dan terdapat Zat Yang Maha Agung yang merupakan sumber ide dan gagasa  semakin kita meningakatkan religiusitas kita sebagai makhluk Tuhan Yang maha Kuasa akan memberikan ide dan gagasan yang genius untuk perkembangan umat manusia.  Jangan  pelit dalam memberikan ilmu pada sesama, yakinlah bahwa sumber-sumber ide akan mengalir dengan  derasnya jika kita menjadi Haamba Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua, mandiri sikap dan perilaku seseorang yang selalu berusaha dengan usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Kemandirian dan rasa percaya diri kita sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Manusia hrus yakin bahwa dengan kemandirian kita sebagai manusia akan mewujudkan cita-cita menjadi seorang yang berkualitas. Kemandirian sangat diperlukan dalam rangkan menciptakan sebuah karya tulis yang menginspirasi diir kita dan orang lain.  Rasa percaya diri terhadap kemampuan diri menjadi syarat mutlak agar buku kita menjadi unik lain dari tulisan yang telah ada walaupun mempunyai topik dan tema yang sama.  Ketiga, tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku seseorang yang senantiasa berani menaggung resiko perbuatan yang dilakukannya baik yang merugikan orang lain ataupun kelompok. Menulis harus melalui suatu proses ilmiah sehingga data yang kita tampilkan mencerminkan nilai validitas yang mempunyai nilai kebenaran. Oleh sebab itu memerlukan proses mengikat makna terlebih dahulu sebelum tulisan dipublikasikan baik lewat media internet, media surat kabar ataupun media lainnya.  Syarat mutlak sebuah tulisan harus dapat dipertanggungjawabkan isinya jangan menyebarluaskan berita hoax atau palsu.  Keempat, menjunjung tinggi sikap persatuan dan kesatuan bangsa oleh sebab itu bahasa lisan dan tulis kita harus selalu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok.  Tulisan harus mencerminkan nilai kearifan dan kebijaksanaan seorang penulis dalam rangka kebermanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.  Oleh sebab itu nilai-nilai kebangsaan khususnya Indonesia harus menjadi prioritas utama dalam menulis.  Jangan sampai tulisan kita dapat memecah belah persatuan daan kesatuan bangsa. Karakter atau sikap di atas juga harus diikuti dengan meningkatnya kepekaan kita terhadap perkembangan dunia virtual dengan pemilihan metode pengambilan data yang benar.  Metode yang baik dan benar akan memberikan sebuah data baik kualitatif maupun kuantitatif yang valid. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.