LOKAL WISDOM IN KETHEK OGLENG

Buku ISBN akhirnya telah terbit.  Kebanggaan terhadap aset budaya Daerah yang perlu kita lestarikan.  Lokal Wisdom atau sering disebut dengan nilai kearifan lokal sebagai dasar dalam hidup bermasyarakat khususnya warga Tokawi dan Pacitan pada umumnya.  bentuk kepedulian terhadap Kethek Ogleng perlu kita apresiasikan kepada Pencipta tari Kethek Ogleng Bapak. Sutiman yang sejak tahun 1962 mengembangkan tari Kethek Ogleng dengan kemampuan yang dimilikinya saat itu, hanya satu ucapan wouw luar biasa.  Saat itu melihat kondisi Tokawi yang berbeda dengan sekarang perjuangan yang sangat berat tanpa tekad yang kuat dari pemuda yang bernama Sutiman atau Sukiman tidak akan mungkin tercipta tari Kethek Ogleng.  Selain itu peran dari penggiat seni saat itu yang berprofesi sebagai penari yang dengan kemampuannya berhasil mendirikan sanggar Condro Wanoro tahun 2012 tepatnya tanggal 14 Oktober 2012.  Bapak Sukisna dan kawan-kawan serta ditunjang oleh instansi Pemerintah Desa, Kecamatan, kabupaten, Dinas terkait bahu membehu dalam melestarikan nilai kearifan lokal.  Kita sadar bahwa satu-satunya membenung paham kapitalisme dengan maraknya praktek seperti itu di era global salah satu cara yaitumelestarikan dan mengembangkan nilai kearifan lokal kita. Pepatah mengatakan pemikiran  harus kita lawan dengan pemikiran.  Mari kita memerankan peran kita dalam sebuah episode kehidupan tak ada yang kalah dan menang yang penting kita bahu membahu dalam mewjudkn satu tujuan yaitu Indonesia Jaya.  Kapan itu terwujud entahlah.  Kita punya keterbatasan umur kita tidak mungkin akan melihat akhir dari episode kehidupan ini.  Sukses selalu mari kita berkarya untuk ibu pertiwi.  Salam Sukses selalu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.