Getuk Lindri Makanan Khas Pacitan Terbuat dari Singkong



Agoeshendriyanto.com- Meilinda melakukan wawancara dengan pedagang makanan di Pasar Arjowinangun Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Hari Jum'at tanggal (21/02/2020). banyak sekali jajanan pasar yang diperjualanbelikan di pintu masuk Pasar.  Yang menjadi makanan dengan ciri khas Pacitan yaitu terbuat dari ketela yaitu "getuk".  Getuk adalah makanan ringan yang terbuat dengan bahan utama ketela pohon atau singkong. Jajanan pasar tradisional yang terbuat dari singkong ini merupakan kudapan yang banyak ditemui di daerah Jawa Timur. 

Getuk lindri ini biasanya dibuat dengan diberi tambahan pewarna makanan warna-warni seperti pelangi pada singkong yang sudah ditumbuk halus bersama gula merah. Jika ditelusuri, konon sebutan getuk lindri ini diambil dari nama alat penggulung dari getuk itu sendiri. Dan proses penggulungnya juga dikenal dengan sebutan lindri.

Adapun bahan pembuatan gethuk lindri sebagai berikut: Singkong 500 gram, kupas lalu cuci bersih; Gula pasir 100 gram; Kelapa 75 gram, parut kasar lalu kukus kurang lebih selama 5 menit;  Garam ½ sendok the; dan pewarna hijau atau esens pandan 5 tetes. (bisa tambahkan pewarna merah, kuning, pink, biru dan lain-lain sesuai selera).

Cara membuat gethuk lindri berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang di pasar Arjowinagun sebagai berikut, “pertama-tama kukus singkong hingga benar-benar empuk. Angkat lalu haluskan singkong selagi hangat. Sisihkan.  Selanjutnya dalam wadah, campur gula pasir, kelapa parut kasar, dan garam. Aduk rata hingga gula larut. Campur singkong yang telah dihaluskan, campuran gula, dan pewarna hijau atau pewarna lainnya sesuai selera. Aduk hingga rata. Langkah berikutnya giling adonan getuk dengan penggiling khusus getuk lindri. Gulung lalu potong-potong getuk. Sisihkan. Sementara itu campur semua bahan taburan lalu balur dan taburkan bersama getuk. Siap disajikan selagi hangat”.
 
"Harga getuk lindri di pasaran ini tidak dibatasi per bungkusnya. Tergantung pada pembeli, mereka ingin beli berapa banyak. Tetapi biasanya Rp. 5000 sudah cukup banyak saat dibungkus. Kurang dari itupun juga bisa. Cara membungkusnya juga sama seperti jajanan pasar cenil, yaitu dengan daun jati dan dilapisi dengan daun pisang di dalamnya, " jawabnya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.