Gropyok Salah Satu Pengendalian Hama Tikus Di Desa Jembungan Banyudono Boyolali


Agoeshendriyanto.com - Boyolali. Hama tikus menjadi ancaman serius bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman padi.  Fenomena kerusakan tanaman padi oleh serangan tikus selalu menjadi masalah bagi petani dan menjadi momok yang menakutkan. Kehilangan hasil gabah akibat serangan hama tikus hampir terjadi setiap musim tanam dengan kerusakan mencapai 15-20% tiap tahunnya.Tikus sawah (Rattus argentiventer) adalah jenis hama pengganggu pertanian utama dan sulit dikendalikan karena tikus itu mampu ”belajar” dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Tikus memiliki indera penciuman yang berkembang dengan baik. (sumber dari: 8villages.com).

Boyolali sebagai sentra produksi beras nasional dengan semakin banyaknya populasi tikus, akan menjadi hama perusak tanaman padi.  Metode menggunakan racun, jepretan, burung hantu banyak diguanakan oleh petani di Indonesia.  Oleh sebab itu anggota Koramil  08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama para petani melaksanakan metode gropyok tikus di sawah milik petani.  Kegiatan gropoyak tikus dilaksanakan di  Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali pada hari Rabu (12/02/2020)  Hasilnya, puluhan tikus ditangkap dan dimusnahkan, tidak menunggu waktu lama. 

Pada hari Rabu anggota Koramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali bersama petani langsung terjun ke sawah untuk mengendalikan populasi hama tikus agar tidak berkembang biak, dan akan merusak tanaman padi.  Para Babinsa dan masyarakat Desa harus tanggap jika tidak menginginkan terjadi peledakan populasi tikus akan merusak padi yang sedang tumbuh di areal persawahan. "Pada masa tanam seperti ini, para petani harus mewaspadai serangan hama tikus. Para Babinsa memang harus tanggap terhadap situasi yang ada, agar petani tidak gagal panen, dimana wilayah binaannya merupakan endemik hama tikus", ungkap Babinsa Jembungan Sertu Joko Suprihatin.


Menurutnya, kegiatan rutin seperti ini dilaksanakan sebagai wujud pendampingan TNI kepada para petani. Meski menggunakan peralatan seadanya, Babinsa bersama para petani padi dapat memaksimalkan hasil tangkapan hama tikus ini. "Dengan kerja sama dan komunikasi yang intensif, semoga kehadiran kami dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani demi meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi di wilayah Kecamatan Banyudono ini", Imbuh Sertu Joko Suprihatin.
  
Dengan kemampuan ini tikus dapat menandai wilayah pergerakan tikus lainnya, mengenali jejak tikus yang masih tergolong dalam kelompoknya, mendeteksi tikus betina yang sedang estrus (berahi) dan mendeteksi anaknya yang keluar dari sarang berdasarkan air seni yang dikeluarkan oleh anaknya
Sebelum melangkah pada usaha pengendalian tikus sawah, perlu diketahui terlebih dahulu biologis dan ekologi tikus, sehingga petani akan lebih mudah mengidentifikasi untuk selanjutnya melakukan pengendalian Sumber dari:  8villages.com

Kehadiran kami untuk memastikan petani dapat beraktivitas secara nyaman dan mampu meningkatkan hasil panennya, hal ini sekaligus untuk mendukung suksesnya program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah," pungkas Babinsa. (Agus Kemplu)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.