Kethek Ogleng Pacitan Setelah Mendapatkan Penetapan WBTB Indonesian 2019




Agoeshendriyanto.com -Kebudayaan senantiasa berproses sesuai dengan perkembangan peradaban manusia. Kethek Ogleng Pacitan saat tampil di Pameran Batik Lukis Pacitan bertempat Pasar Sawo Pacitan pada hari Kamis tanggal (27/2/2020).

Kegiatan ini menampilkan Kethek Ogleng Pacitan sebagai pembuka acara.  Apresiasi kepada panitia yang telah memberikan kesempatan kepada Kethek Ogleng Pacitan tampil dalam acara tersebut.



 Merujuk teori Koentjaraningrat terdapat 7 unsur kebudayaan yaitu: 1) sistem religi, 2) organisasi masyarakat, 3) sistem pengetahuan, 4) bahasa, 5) kesenian, 6) mata pencaharian, 7) teknologi.  Secara garis besar Konentjaraningrat wujud kebudayaan ada 3 yaitu : 1) ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan; 2) aktifitas kegiatan manusia yang berpola, 3) benda.

Kethek Ogleng Pacitan sebagai hasil kreasi dari Sukiman sekitar tahun 1963, masuk unsur kebudayaan yaitu kesenian yang di dalamnya ada seni rupa, seni tari, seni musik.  Kethek Ogleng termasuk seni tari yang merupakan kumpulan dari gerakan dinamis menyerupai kera namun bukan sifatnya kera namun merupakan penjelmaan dari Panji yang merupakan putra mahkota dari Kerajaan Kediri.

Kethek Ogleng Pacitan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2019 secara otomatis akan dimasukan dalam rencana pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Indonesia.  Semoga pemerhati dan seniman Kethek Ogleng bias eksis dengan pemberdayaan dan peningkatan kualitas tarian yang harus seimbang dengan nama besar Kethek Ogleng Pacitan.

Jangan sampai Kethek Ogleng Pacitan yang mempunyai nama besar, setelah menyaksikan tarian Kethek Ogleng ada yang mengeluarkan kata, “kor ngono kuwi tooo”. Sebelum kita mendengar kalimat tersebut, mari pemerhati Kethek Ogleng Pacitan untuk bersama-sama memajukan Kethek Ogleng Pacitan.   Nama besar Kethek Ogleng Pacitan akan terus bersaing dalam era digitalisasi.  Anak-anak generasi milenial perlu kita edukasi dengan memasukan dalam muatan lokal baik di Tingkat PAUD, TK, SD, SMP. 

Tantangannya cukup besar di era digitalisasi harus membuat sebuah kreatifitas tari kethek Ogleng Pacitan sehingga menjadi tontonan yang menarik.  Jika hanya pasrah tidak ada kreatifitas hanya akan tinggal nama besar Kethek Ogleng Pacitan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.