Kunjungan Mensos ke Korban Susur Sungai SMP Negeri 1 Turi Sleman


Agoeshendriyanto.com - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Juliari P. Batubara mengunjungi rumah duka korban meninggal dunia kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi Sleman Jogjakarta. "Pertama-tama untuk korban yang meninggal dunia kami sangat berduka, disebabkan korban  anak-anak yang sangat remaja", tutur Juliari di Puskesmas Turi, Sleman, Sabtu (22/2).

Mensos didampingi oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Dirjen. Rehabilitasi Sosial Edy Suharto, Direktur PSKBA Rachmat Koesnadi, Kepala Dinas Sosial Provinsi DIY Untung Sukaryadi dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Eko Suhardono.

 Mensos langsung menjenguk korban luka yang dirawat di Puskesmas Inap Turi, kemudian Mensos melihat lokasi kejadian yaitu sungai Sempor. Kunjungan dilanjutkan ke rumah duka korban untuk menyampaikan belasungkawa kepada orang tua korban.

Rumah duka yang  pertama dikunjungi adalah keluarga Alm. Nur Azizah, Dusun Kembang Arum, Donokerto, Kecamatan  Turi, dilanjutkan mengunjungi keluarga alm. Latifah Zulfaa Kembang Arum RT 4 RW 33 Kembang Arum Kab. Sleman.



Kementerian Sosial berduka cita dan semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerima takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Mensos juga  menyerahkan santunan ahli waris bagi korban yang meninggal sebanyak delapan jiwa senilai 120 juta rupiah. Sementara dua orang yang belum masih menunggu hasil pencarian korban.

"Mensos mewakili pemerintah Pusat untuk melihat secara langsung penanganan korban mneinggal dan yang dirawat. Santunan 120 juta tersebut,  15 juta perkorban yang meninggal, yang luka ditanggung pemerintah daerah sepenuh hingga bisa di pulangkan ke rumah masing-masing", papar Mensos.

Dan juga kami berdoa untuk anak- nak yang masih dirawat agar kiranya segera pulih kembali, agar normal kembali dan dapat beraktivitas seperti sedia kala. Kita semua berdoa supaya dua korban lainnya segera ditemukan dan keluarga segera mendengar berita terhadap anak-anak kesayangannya tersebut", tutur Ari sapaan akrab Mensos.

Kegiatan susur sungai Pramuka yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Turi diikuti oleh 249 anak kelas VII dan kelas VIII, kegiatan tersebut dilakukan saat musin hujan. Mensos Juliari menyesalkan atas musibah yang menurutnya merupakan kelalaian dari penyelenggaranya dan harus ada pihak yang bertanggung jawab.

"Safety nya itu harus di perhatikan, saya dengar tidak pakai helm, tidak pakai pelampung, ini kan lalai sekali makanya tadi saya sampaikan kita menyesalkan, kita berduka tapi tentunya juga harus ada investigasi harus ada yang bertanggungjawab.", ungkap Ari di hadapan Wartawan.

"Kedepannya, lanjutnya tidak bolehlah ada kegiatan  yang  membahayakan, dengan  tidak ada perlengkapan keamanannya," pesan Menteri Sosial, mudah-mudahan dipatuhi dan didengarkan.

Menurut ibu almarhum Nur Azizah, kegiatan tersebut tidak ada pemberitahuan ke orang tua. "Saya tidak tahu kalau mau ada kegiatan tersebut, karena tidak ada pemberitahuan dari sekolah", ucap ibu Nur Azizah.

Kementerian Sosial juga menurunkan tim trauma hilling untuk memberikan layanan psikologis kepada korban yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. "Bagi korban yang dirawat, dari Kementerian Sosial sudah melakukan layanan psikososial, trauma hilling. Nanti juga jika diperlukan, bagi anak-anak yang masih memerlukan trauma healing, kita sediakan layanan tersebut", ungkapnya.

Humas Ditjen. Perlindungan fan Jaminan Sosial
Kementerian Sosial

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.