Mari Eka Pangestu Srikandi Indonesia Sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia




Agoeshendriyanto.com- Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih, Mari Elka Pangestu, pada Selasa, 11 Februari 2020. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Mari Eka Pangestu , yang sebelumnya dicalonkan oleh Presiden Joko Widodo, sebagai perwakilan Indonesia di Bank Dunia,  mendapatkan kepercayaan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, akan efektif mengemban posisi tersebut pada 1 Maret 2020 mendatang. 



"Sebagai perwakilan Indonesia di Bank Dunia, saya datang untuk menyampaikan terima kasih bahwa Presiden telah menominasikan nama saya untuk posisi Direktur Pelaksana Bank Dunia, ‘ ujar Mari Pangestu. 

Nama lengkapnya Prof. Mari Elka Pangestu, M.Ec., Ph.D adalah Menteri Perdagangan Indonesia  sejak 21 Oktober 2004, dan  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia  mulai 19 Oktober 2011 sampai 20 Oktober 2014.  Pada tanggal 9 Januari 2020 ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan untuk Bank Dunia:  sumber wikipidea.org.



Presiden joko Widodo berharap agar saya bisa secara reguler meng-update situasi dunia yang saat ini tentunya banyak isu dan tantangannya," ujar Mari selepas pertemuan tersebut.

Mari mengatakan bahwa pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo tersebut banyak membicarakan soal ekonomi global. Apalagi pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya dengan adanya penyebaran virus korona.

"Sekarang banyak ketidakpastian dan tentu tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan oleh negara-negara sedang berkembang dalam mengantisipasi ketidakpastian global baik dari segi ekonomi maupun isu-isu pembangunan berkelanjutan," ucapnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Mari menilai bahwa program reformasi struktural untuk menggenjot perekonomian amat diperlukan. Artinya, beberapa kebijakan yang saat ini dinilai berpengaruh menghambat pertumbuhan ekonomi harus diperbaiki.

"Reformasi struktural seperti yang menjadi program prioritas Presiden saat ini itulah sebetulnya langkah yang paling tepat untuk dilakukan. Reformasi struktural boleh dikatakan untuk Indonesia saat ini adalah prioritas baik apakah itu untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru maupun sumber pertumbuhan yang baru," kata Mari.
 
"Saya rasa Indonesia sudah berada dalam track yang tepat," imbuhnya.
Bogor, 11 Februari 2020
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Antisipasi Dampak Virus Korona Terhadap Perekonomian

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.