Program Doktor Kajian Budaya UNS Implementasikan Kampus Merdeka


Agoeshendriyanto.com - Tinjauan Kurikulum dan Akselerasi pembelajaran Program Studi Doktor Kajian Budaya UNS Surakarta dibuka oleh Kaprodi S3 Kajian Budaya Prof. Dr. Andrik Purwasito. DEA, didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik Prof. Agus Kristiyanto, M.Pd, serta Narasumber Prof. Suwardi Endraswara, M.Hum, di Aula Pasca Sarjana UNS lantai 6, Rabu tanggal (26/02/2020).
Prof Agus, menekankan adanya program percepatan Doktor dengan mengajak mahasiswa dan para dosen untuk mengimplementasikan "Kampus Merdeka". Dengan Kampus Merdeka diberikan kemudahan untuk membuka Program Studi Baru namun kebijakan tersebut belum dibuka, masih menunggu regulasi baru.
"Program Studi S3 kajian budaya di UNS jumlah mahasiswanya terbanyak dengan jumlah penerimaan setiap semester dan tiap semester berjumlah 20 mahasiswa program doktor. Diharapkan adanya kebijakan dari UNS khususnya bagi dosen UNS yang sedang studi di kajian Budaya agar lulus tepat waktu yaitu 3 tahun,"tegasnya.
Prof. Andrik Purwasito mengatakan bahwa, tinjauan kurikulum S3 kali ini untuk membuat formula yang tepat agar terjadi sinergisitas antara dosen dan mahasiswa sehingga dapat lulus tepat waktu.
Cultural studies, pada dasarnya merupakan disiplin ilmu atau bidang studi inter dan multidisiplin yang mengkombinasikan berbagai macam teori seperti: 1) wanita, feminisme, gander; 2) seni, sastra, pendidikan, tradisi, dan budaya dan bangsa; 3) antar agama, krisis identitas, sara, terorisme; 4) power, konflik, kapitalisme, hubungan international, nasional, globalisasi; 5) media,teknologi, informasi dan media baru.

Selain itu juga Prof Andrik menekankan bahwa program Studi Kajian Budaya ada 2 yaitu; positivisme dan postpositivisme. Mahasiswa harus memilih promotor dan co-promotor sehingga segera untuk melaksanakan riset yang tujuan utamanya untuk merawat Ke-Indonesiaan,"tegasnya
Narasumber Prof Endraswara dalam memberikan masukan khususnya untuk penyusunan mata kuliah untuk program Doktor kajian Budaya, yaitu pada matakuliah yang sifatnya masih teoritis seperti; Filsafat Ilmu, antropologi. Langsung saja pada kegunaan ilmunya seperi Filsafat Kebudayaan, Antropologi Budaya.

"Tiga jalur kajian budaya yaitu: 1) naturalistik terdiri dari etik, deskriptif, model; 2) Positivisme dengan ciri etik, konsep, konstruk dan daftar isi; 3) konvergenistik yang mengkombinasikan antara lapangan dan teori,"tegas Prof Endras.

Prof Andrik juga mengatakan bahwa, Program Studi Kajian Budaya sudah pada trek yang benar mudah-mudahan dapat menghasilkan Doktor yang bisa berkontribusi bagi Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.