Jaman Hiperrealitas Ibarat Fatamorgana di Padang Pasir


Agoeshendriyanto.com - Hiperealitas sebuah era ketika realitas hanyalah tipuan serta tidak pasti.  Sesuatu yang tampak tidak ada yang obyektif. Subyektifitas dalam memandang sebuah realita atau kenyataan mendominasi era sekarang.  Sebuah realita di jaman edan kalau tidak ikut maka kita tidak akan bisa memenuhi kebutuhan kita.  Kebenaran biner dimana sebuah kebenaran sangat  tergantung bagaimana kita membangun sebuah realitas. 

Sebagai contohnya: untuk membuat tinggi banyak yang memakai sepatu dengan hak tinggi.    Namun hal ini akan membuat ketidaknyamanan sebuah fungsi dari sepatu.  Manusia sudah terkonstruk untuk membuat sebuah pencitraan yang membuat hidupnya tidak nyaman. Hiperealitas merupakan bagaimana kita membuat sebuah pencitraan,  membuat dunia tipuan.  Realitas dengan dengan berbagai pelengkap dunia tipuan.


Hiperrealitas adalah konsep yang dikemukakan oleh Jean Baudrillard, sebuah konsep dimana realitas yang dalam konstruksinya tidak bisa dilepaskan dari produksi dan permainan tanda-tanda yang melampaui realitas aslinya (Hyper-sign).

Wacana yang dibuat sedemikian rupa oleh manusia akan menggantikan interaksi manusia dengan dunia nyata. Mereka tidak perlu lagi interaksi secara langsung.  Nilai sebagai manusia akan hilang digantikan dengan berbagai wacana  baik tulisan maupun visualisasi melalui dunia digital.

Namun demikian tipuan tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan manusia yang  akan menjadi sebuah realitas.  Kehidupan merupakan sebuah panggung sandiwara.  Sandiwara jangan dipandang sebagai suatu yang rendah.  Kalau kita tidak melakukan hal tersebut maka kita akan kebingunan sendiri.

Semuanya bermain simulasi, teknologi dan media sosial (internet) bergabung menjadi simulacrum yang terus bersimulasi dengan kode dan citra yang dibangun. Citra yang dibangun melalui media online, baik buruk sulit untuk menentukan disebabkan tidak adanya indikator yang jelas.  Disebabkan semuanya dalam koridor dunia digital yang tidak nampak.  Oleh sebab itu munculnya  hoax (berita tidak benar). Terus membangun opini dan bersimulasi, dan keberhasilannya dalam mempengaruhi opini publik.
 
Jaman edan. (Prabangkaranews/AHy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.