Masyarakat Baduy Mempunyai Tradisi Menutup Diri


Agoeshendriyanto.com - Serang- Indonesia kaya dengan nilai kearifan lokal yang dipergunakan turun-temurun yang berdasarkan proses hubungan yang baik antara manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai kearifan lokal Indonesia telah terbukti sebagai jawaban terhadap semua permaslahan yang telah terjadi secara turun-temurun.

 
Sebagai contohnya Suku Baduy mempunyai, "Ritual Kawalu" di Baduy sendiri berdasarkan kesepakatan tangtu tilu dan Kepala Desa Kanekes berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 30 Mei 2020 atau 1 Kawalu Tembey 1 Safar menurut kalender Baduy. Faktor kebetulan atau tidak dengan endemi Covid-19 di Indonesia. Semua akses menuju kampung Baduy akan ditutup. 


 Orang baduy mempunyai "Ritual kawalu" merupakan ritual rutin tahunan di mana masyarakat Baduy menutup diri dari wisatawan atau pendatang. Ritual Kawalu tersebut akan berlangsung hingga tiga bulan kedepan. Dalam ritual Kawalu sendiri dikenal tiga tahapan yakni kawalu mitembey (awal), kawalu tengah, kawalu tutug (akhir) (www.bantennews.co.id).

 Lockdown seperti sekarang ini yang diterapkan di berbagai negara, berbagai wilayah, berbagai tempat yang tujuannya ingin mengisolasi diri dari orang luar.  Suku Baduy mempunyai cara yang telah dilaksanakan secara turun-temurun. Akses jalan di masyarakat Baduy masih berupa jalan setapak berupa batu yang ditata rapi.  Hal ini akan memudahkan suku Baduy untuk melaksanakan Lockdown secara mandiri
Indonesia kaya akan nilai kearifan lokal yang bisa untuk mengatasi merebaknya endemi Virus Covid-19. Kita percaya  Indonesia bisa mengatasi endemi Covid-19, dengan nilai kearifan lokal yang kita miliki, phisycal distancing, cuci tangan, bersih diri, tinggal di rumah, jangan berkumpul  di tempat umum. Selain itu juga berdoa, berusaha, optimis, dan selalu memberikan kabar baik bagi sesama, semoga Covid-19 segera berakhir. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.