Sinergisitas Dalam Upaya Pelestarian dan Pengembangan Kethek Ogleng Pacitan


Agoeshendriyanto.com - Pacitan -Sinergisitas dalam pelestarian dan pengembangan Kethek Ogleng, sebagai identitas budaya Pacitan melalui 5 strategi pelestarian yaitu: akademik, pemerintah, swasta, media, dan lembaga.  Semua elemen sangat berperan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Baca Juga:  Gerakan Pokok Kethek Ogleng Pacitan dalam Web Resmi www.dgip.go.id

Salah unsur yaitu para  akademsi  mempunyai peran untuk mengkaji tari Kethek Ogleng baik dari segi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Selain itu juga perlu adanya sebuah kajian yang  dipublikasikan melalui seminar nasional, international serta jurnal.
  

Sedangkan peran Pemerintah Daerah kabupaten Pacitan melalui Dinas Pendidikan, memasukan seni Kethek Ogeng sebagai muatan lokal di SD dan SMP.  Mengusulkan untuk mendapatkan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang berhasil ditetapkan sebagai salah satu WBTB Indonesia 2019. memasukan Kethek Ogleng dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Pacitan, serta memberikan anggaran kegiatan sanggar maupun festifal dalam membuat kreasi Tari kethek Ogleng agar sesuai dengan nama besar Kethek Ogleng Pacitan.. 





Pandangan Perspektif Strategi Pelestarian dan Pengembangan Kethek Ogleng

Sedangkan Swasta mempunyai peran untuk  menjalin kerjasama dengan pengelola tempat wisata, dan tempat hiburan. Dana CSR untuk budaya dapat membantu dala pelesatrian dan penembanan tari Kethek Ogleng. Media baik Kethekogleng.com, Prabangkaranews Media Group, #kethek_ogleng, dan #kethekogleng sebagai sarana untuk mempromosikanKkethek Ogleng secara luas baik lokal, regional, nasional maupun international.





Alur Strategi Pelestarian dan Pengembangan Kethek Ogleng

Lembaga sebagai sarana untuk menaungi kegiatan Seni Kethek Ogleng agar keberadaannya legal secara hukum.  Selain itu juga berperan untuk membuat desain untuk merek dagang, paten, maupun hak Cipta.

Peran akedemisi sangat berperan dalam mengkaji tari Kethek Ogleng baik dari segi Ontologi, Epistemoloi, dan aksiologi. Kajian tersebut dipublikasikan melalui seminar nasional, international, jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal international bereputasi, dan jurnal international terindeks scopus.

Baca Juga:
Publikasi jurnal nasional, international, International Bukti Bukan Janji Mari Sama-sama sinergisitas untuk Kethek Ogleng Pacitan.              

BUILDING ECOLOGICAL INTELLIGENCE THROUGH INDONESIAN LANGUAGE LEARNING BASED ON KETHEK OGLENG DANCE

Local Wisdom Values in Kethek Ogleng Dance Tokawi Nawangan, Pacitan

The Preservation Strategy of Kethek Ogleng Pacitan in Millennial Era

Tahap selanjutnya jika telah dipublikasikan melalui artikel ilmiah, yaitu melalui  memperkuat lembaga  sebagai sarana untuk menaungi kegiatan Seni Kethek Ogleng agar keberadaannya legal secara hukum.  Lembaga yang telah di Badan Hukum sebagai induk bagi legalitas Hak Kekayaan Intelektual yang terdiri dari: hak cipta, hak paten, serta merk dagang. Tujuannya untuk menjadikan seni pertunjukan Kethek Ogleng untuk menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat.  

Penguatan kelembagaan dengan legalitas invensi sebgai dasar untuk langkah selanjutnya yaitu menjalin kerjasama dengan pemerintah baik Daerah aupun Pusat. Jika belum maka kembali pada proses sebelumnya. Jika sudah tercapai baru berlanjut pada proses menjalin kerjasama dengan Pemerintah dalam hal ini memasukan seni Kethek Ogeng sebagai muatan lokal di SD dan SMP, mengusulkan untuk mendapatkan Warisan Budaya Takbenda, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, memberikan anggaran kegiatan sanggar maupun festival. 

Kemudian akan menuju pada alur selanjutnya yaitu menjalin kerjasama dengan pihak swasta. Proses selanjutnya adalah melalui media daring untuk memperkenalkan kegiatan Kethek Ogleng. Tujuannya Kethek Ogleng akan berkembang dan dikenal baik secara lokal, regional, nasional, maupun international.  (Penulis: AHy/redaksi Prabangkaranews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.