Virus Covid-19: Bantuan Pemerintah Perlu Ditambah dan Diperluas



Agoeshendriyanto.com - Endemi Covid-19 yang sedang mendera di negeri tercinta, berdampak sosial ekonomi masyarakat.  Bagi pekerja formal yang masih mendapatkan gaji dari Pemerintah tidak menjadi persoalan.  Bagi pekerja informal, jika tidak bekerja tidak akan makan pada hari itu.  Sebelum ada Covid-19 mereka sudah susah hidupnya, mencari pendapatan tiap harinya harus berjuang.  Apalagi dalam keadaan Endemi Covid-19 mereka bekerja untuk memberi makan keluarga.  Mereka bekerja dalam bayang-bayang tertular Virus Covid-19.  

Pemerintah juga melakukan kerja guna mengurangi dampak beban dari masyarakat.  Namun itu sangat jauh dari kebutuhan mereka.  Saat situasi normal itu sangat membantu.  Namun penambahan 50.000 untuk  penambahan nilai manfaat kartu sembako dari Rp. 150.000 menjadi Rp. 200.000 per bulan. Belum bisa mengurangi beban masyarakat bagi daerah yang melaksanakan kebijakan lock down, yang tidak memperbolehkan warganya untuk bekerja di luar rumah.

Satu sisi, pemerintah. pemberian tambahan 50.000 ribu rupiah berlangsung selama sembilan bulan dan rencananya diberikan kepada 20 juta penerima, naik dari 15,2 juta orang yang saat ini terdaftar sebagai pemegang kartu sembako.  Nilai yang cukup besar dan akan menyita APBN Negara. Namun jika disiasati dengan mencoret alokasi anggaran yang kurang penting, diganti dengan kegiatan yang digunakan untuk mengurangi dampak sosial ekonomi masyarakat.

Segera laksanakan perubahan anggaran mulai dari tingkat Desa, Kabupaten, Propinsi, dan Negara.  Seharusnya jika Negara telah menambah 50.000, sehrusnya segera diikuti oleh perubahan anggaran ABPD Tingkat I, ABPD Tingkat II, APBDesa. 

Pemerintah Pusat telah menyuntik lebih dari Rp. 405 triliun untuk stimulus di bidang kesehatan, jaring keamanan sosial (social safety net), insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat atau KUR, restrukturisasi kredit, dan pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah. Kemudian diikuti oleh suntikan dana di Propinsi, Kabupaten, dan Desa akan meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19.

 Kami juga mendukung kebijakan pemerintah dalam "physical distancing" bagi wilayah yang tidak termasuk Zona Merah terdampak Covid-19 masih bisa untuk beraktifitas namun harus menjaga jarak, mencuci tangan, jaga kesehatan, tidak berkumpul. Perlu ditambah dan diperluas bantuan dari pemerintah.  Sehingga akan mengurangi beban ekonomi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Kepedulian dari masyarakat berdasarkan juru bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberikan aprsiasi kepada antusiasme masyarakat Indonesia dalam melawan Covid-19.  Hal ini terbukti dari Donasi Corona terkumpul pada hari Kamis (02/04/2020) sebesar 72 miliar. 

Donasi tersebut terkumpul dalam rekening Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Donasi  tersebut akan selalu bertambah disebabkan kalangan selebriti, komunitas, hingga publik figur mengajak orang lain untuk mengumpulkan dana Donasi Covid-19.  Dana akan disalurkan kepada tenaga medis. masyarakat prasejahtera, dan beberapa orang dengan penghasilan tidak tetap.

Kepedulian seperti itu seharusnya kita jaga dan pupuk bersama.  Jangan saling menyalahkan akan menciderai seganap langkah dan usaha kita menghadapi Endemi Covid-19.  Marilah kita bersatu, gotong-royong dalam menghadapi Endemi Covid-19.  Sukses selalu, berdoa, berusaha, dan senantiasa bersyukur atas Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.  (Redaksi)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.