Novel Azab dan Sengsara Karya Sastra Balai Pustaka



Agoeshendriyanto.com - Pacitan - Novel yang berjudul “Azab dan Sengsara“ karya Merari Siregar termasuk juga dalam karya sastra angkatan Balai Pustaka. Karya sastra pada angkatan ini memiliki ciri-ciri yaitu:

  1. Menggunakan Bahasa Indonesia yang masih dipengaruhi Bahasa Daerah
  2. Bersifat Didaktis atau keseluruhan isinya ditujukan untuk memberi nasihat kepada pembaca
  3. Mengangkat persoalan adat istiadat suatu daerah terutama masalah adat kawin paksa
  4. Membahas pertentangan antara kaum muda dan kaum tua
  5.  Memiliki corak romantisme

Pada novel “Azab dan Sengsara “ sang penulis yaitu Merari Siregar mengangkat tema mengenai kehidupan dan kesengsaraan. Novel ini berkisah tentang seorang gadis bernama Mariamin, ia hidup bersama sang ibu yang tengah sakit disebuah pondok bambu dekat sungai ditengah-tengah Kota Sipirok. Dahulu ayah Mariamin yaitu Sutan Barigin adalah seorang yang terbilang kaya dan seorang bangsawan seantero Sipirok. 

Namun akibat suka berperkara, seluruh hartanya habis dan akhirnya jatuh miskin dan terhina. Aliran romantisme juga terlihat dalam novel ini yaitu antara tokoh Mariamin dan Aminudin, diceritakan mereka merupakan sahabat karib sejak kecil, dari persahabatan itulah tumbuh rasa cinta diantara keduanya. 
Aminudin yang memutuskan bekerja membuat komunikasi antara mereka menjadi terbatas, hingga pada suatu saat Aminudin mengirimkan surat kepada Mariamin. Aminudin yang sudah diterima bekerja, berniat untuk menikahi Mariamin, namun niat baik itu ditentang oleh ayah Aminudin. 

 Segala persiapan yang dilakukan oleh Mariamin berakhir sia-sia, namun karena kebaikannya, ia bersedia memaafkan Aminudin dan menerima segala nasibnya. Dua tahun berlalu sejak kejadian tersebut, Mariamin memutuskan menikah dengan seorang lelaki bernama Kasibun yang memiliki tabiat kasar. Karena sering memperlakukan Mariamin dengan semena- mena, menyebabkan perpisahan diantara keduanya. Amanat yang dapat diambil dari novel “Azab dan Sengsara“ yaitu

  1.  Jadilah orang yang mempunyai kepribadian yang baik serta menerima segala ketentuan dari – Nya.
  2. Janganlah berbuat semena-mena  kepada orang lain seperti yang digambarkan pada novel ini yaitu suami yang kejam terhadap istrinya. 
Penulis: Elly Nur Hayati 

Publisher: Prabangkaranews Media Group


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.