Novel Belenggu Karya Armin Pane: Periode Pujangga Baru




Agoeshendriyanto.com - Novel “Belenggu”  karya Armin Pane adalah karya sastra periode Pujangga Baru, ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Gaya bahasa sudah tidak menggunakan, perumpamaan, pepatah, dan peribahasa.
  2. Pusat pengisahannya menggunakan metode orang ketiga.
  3. Masalah yang di angkat adalah masalah kehidupan masyarakat sehari hari.
  4. Berbentuk prosa baru yang bersifat dinamis.

Novel “Belenggu” karya Armijin Pane menceritakan kehidupan rumah tangga yang di bangun tanpa di dasari oleh cinta. Menceritakan seorang dokter bernama sukartono dan istrinya bernama sumartini, yang menikah tanpa dasar cinta. Sukartono yang menikahi istrinya karena kecerdasan dan kecantikan, dan sumartini menikah dengan sukartono sebab ingin melupakan masalalunya. Sehingga selama pernikahan mereka hidup di dalam rumah tangga yang tidak harmonis.

Sukartono adalah sosok dokter yang baik hati dan dermawan, ia sangat mencintai pekerjaan menjadi seorang dokter. Sehingga itu membuat sumartini merasa di abaikan dan itu sebab sumartini selalu memulai pertengkaran. Hingga suatu hari muncullah sosok Rohaya/Siti Hayati teman sukartono semasa ia kecil. Mereka bertemu karena rohaya menelepon Sukartono dengan alasan sakit keras. Rohaya sangat mencintai Sukartono sebab itu mencarinya. 

Rohaya selalu menggoda sukartono samapai akhirnya Sukartono merasa nyaman dan melakukan hubungan gelap. Pada akhirnya kelakuan sukartono tercium oleh Sumartini dan ia marah besar  serta jengkel. Sumartini menemui Rohaya dan mencaci makinya. Sampai akhirnya Sumartini merasa malu dan sdar bahwa ia belum menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. 

Dan akhirnya Sumartini memilih berpisah dengan Sukartono. Sukartono merasa gundah dan sedih atas perpisahan dan ia juga ditinggalkan oleh Rohaya. Untuk mengisi kehidupanya dalam kesendirian ia mengandikan hidupnya untuk panti asuhan, karena itu membuatnya tenang dalam kehidupannya.

Penulis: Tria Febi

Publisher: Prabangkaranews Media Group

Dari novel tersebut terdapat amanat yang dapat di ambil, yaitu:
  1.  Di dalam rumah tangga sudah seharusnya di dasari oleh saling mencintai bukan karena keterpaksaan atau alasan tertentu.
  2. Sebagai seorang istri sudah seharusnya menghormati seorang suami bukan mengedepankan ego
  3. Perselingkuhan bukan jalan terbaik melainkan sabar, saling percaya  dan saling menghargai adalah kunci bahagia dalam rumah tangga.
 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.