Novel "Cinta Tanah Air" Nur Sutan Iskandar Balai Pustaka.




Agoeshendriyanto.com - Pacitan - Novel yang berjudul “Cinta Tanah Air” karya Nur Sutan Iskandar termasuk dalam karya sastra periode Balai Pustaka. Karya sastra pada periode ini ditandai dengan ciri-ciri, yaitu:

  1. Memiliki beberapa kata-kata yang tidak dimengerti pembaca karena masih terikat oleh kebudayaan lama
  2. Melambangkan jiwa nasionalisme dan percintaan
  3. Mengangkat cerita tentang perjuangan dan pengorbanan

Cerita dalam novel “Cinta Tanah Air” ini bertemakan sikap cinta tanah air dan percintaan antara dua anak muda. Dalam novel ini menceritakan perang yang semakin memanas, yang awalnya bangsa Indonesia tidak mengetahui maksud Jepang membela Indonesia. Dan Indonesia yang terpikat hatinya mendaftarkan diri untuk menjadi pasukan pembela tanah air termasuk Amir, Harjono, serta teman-teman yang lain. 

Di samping itu, Harjono sahabat Amir yang telah menikah tidak diizinkan istrinya bergabung dalam tentara sukarela. Bertambah ragu lagi hati Amir ketika ia memikirkan Astiah, takut ia akan membuat Astiah bersedia karena Amir seorang pasukan pembela tanah air yang derajatnya sangat rendah pada masa itu. 

Berawal dari dijodohkannya Amir dan Astiah karena kedua keluarga ini memiliki hubungan yang sangat baik, mereka berdua pun juga timbul rasa cinta. Dan meskipun Amir akan maju ke medan perang namun itu tidak membuat penghalang cintanya kepada Astiah dan begitu juga dengan Astiah. Astiah juga berbuat hal yang sama dengan Amir, Astiah maju ke medan perang menjadi juru rawat.

Keduanya mempunyai rasa rela berkorban demi bangsa dan negara. Beberapa hari sebelum menuju medan perang keduanya melangsungkan pernikahan dengan sederhana. Amir dan Astiah yang sangat bahagia disertai kedatangan para sahabat Amir dan temannya. Usai menikah Nyonya Soewondo dan Nyi Zubaidah akhirnya juga merelakan kedua anak mereka berangkat ke medan perang untuk melaksanakan bakti mereka atas cinta tanah air.

    Amanat yang dapat diambil dari novel “Cinta Tanah Air” yaitu:

  1. Menerapkan perilaku cinta tanah air yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti kecintaan kita kepada bangsa Indonesia
  2.  Sebagai warga negara yang baik harus memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme
  3. Sesuatu yang diperjuangkan tidak akan menghianati hasil karena dibalik sebuah permasalah pasti ada hikmahnya
  4. Ketika kita rela berkorban demi bangsa Indonesia walaupun harus menghadapi begitu banyak rintangan maka kita akan diberikan kebahagiaan
  5.  Menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak terpecah belah, perbedaan tidak menjadi masalah karena berbeda-beda tetap satu jua,
Penulis:  Uun Atnisya Pramadani

Publisher: Prabangkaranews Media Group


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.