Novel Darah Muda Karya Sastra Balai Pustaka




Agoeshendriyanto.com - Novel yang berjudul “Darah Muda” karya Adinegoro termasuk dalam karya sastra periode Balai Pustaka. Karya sastra pada periode ini ditandai dengan ciri-ciri, yaitu :
  1. Mengangkat persoalan tentang romantisme.
  2. Mengandung adat kedaerahan dan adat kawin paksa.
  3. Masih membeda-bedakan kelas sosial.
  4. Mempersoalkan suku, ras, dan derajat.

Cerita dalam novel “Darah Muda” ini bertemakan roman, adat, dan sosial budaya. Novel ini menceritakan dokter muda bernama Nurdin yang menjalin cinta dengan seorang gadis bernama Rukmini, jelas bahwa novel ini mengangkat persoalan romantisme. 

Namun cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua Nurdin. Sesuai adat seharusnya keluarga Rukminlah yang melamar ke keluarga Nurdin bukan malah sebaliknya yang mencerminkan bahwa anaknya tidak laku. 

Keluarga Nurdin adalah keluarga yang terpandang sehingga beranggapan bahwa mereka tidak sederajat, menjelaskan bahwa cerita di dalam novel ini masih mempersoalkan tentang adat, ras, dan derajat serta membandingkan kelas sosial mereka yang berbeda. 

Ibu Nurdin berusaha memisahkan Nurdin dan Rukmini yang dibantu oleh Harun yang menaruh hati pada Rukmini. Usaha jahat Harun dan ibu Nurdin untuk memisahkan Nurdin dengan Rukmini selalu gagal hingga akhirnya ibu Nurdin menyesali perbuatannya dan Harun dipenjara karena kejahatannya. Setelah itu Nurdin dan Rukmini bisa bersatu kembali.

Dari novel “Darah Muda” ini mengandung beberapa amanat seperti :
  1. Jangan membeda-bedakan derajat.
  2. Setialah terhadap pasangan.
  3. Sesama pasangan harus saling percaya.
  4. Tanamkan rasa kesabaran dalam menghadapi suatu permasalahan.
  5. Jadilah orang tua yang bijaksana dan tidak memaksakan kehendaknya terhadap anak.
  6. Perbuatan yang  jahat akan mendapatkan balasannya.
Penulis: Riska Anggraini

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.