Novel jangir Bali Kental Nilai Kearifan Lokal




Agoeshendriyanto.com - Pacitan - Novel yang berjudul “JANGIR BALI” karya Nur Sutan Iskandar ini termasuk salah satu novel angkatan balai pustaka yang tergolong sebagai novel sastra nostalgia. Adapun ciri-ciri novel angkatan balai pustaka yaitu sebagai berikut:

  1. Teknik penokohan dan perwatakannya menggunakan analisis langsung.
  2.  Alur ceritanya bersifat romantis.
  3. Pertentangan paham antara kaum tua dengan kaum muda. Kaum tua mempertahankan adat lama, sedangkan kaum muda menghendaki kemajuan menurut paham kehidupan modern.
  4.  Latar cerita pada umumnya menggunakan latar daerah, pedesaan, dan kehidupan daerah.

Novel “ JANGIR BALI” karya Nur Sutan Iskandar ini bertemakan tentang seorang laki-laki yang mempertaruhkan cita-cita dan juga cintanya. Awal kisah dari novel ini yaitu ketika ada pertunjukan Tari Jangir Bali. Dua insan saling jatuh cinta, tapi situasi memisahkan mereka. 

Seorang pemuda bernama Raden Panji Susila seorang keturunan bangsawan yang berasal dari bangkalan Madura yang dipercaya untuk menjadi guru karena kepintarannya di Taman Siswa, Singaraja Bali. Pemuda tersebut tertarik dengan  seorang gadis penari bernama Putuasih yang cantik jelita. 

Cinta sejati mereka tidak pernah mati walaupun terpisah dan mengembara ke berbagai tempat. Akhirnya setelah sekian lama terpisahkan mereka akhirnya dipertemukan kembali pada acara yang sama yaitu ketika ada pertunjukan Tari Jangir Bali. Raden Panji Susila akhirnya menikahi  Putuasih dan hidup bahagia.

Dari kisah novel “JANGIR BALI” ini amanat yang dapat  kita petik yakni:

  1. Kesetiaan, kejujuran dan kebenaran akan senantiasa mendapat cobaan.
  2. Jangan pernah menyerah dan putus asa untuk menggapai cita-cita.
  3. Segala rintangan yang ada, harus dijadikan cambuk untuk terus maju.
  4. Cinta datang tidak memandang pangkat dan derajat seseorang.
Penulis: Dika Ayu S

Publisher: Prabangkaranews Media Group

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.