Novel "Memang Jodoh" karya Marah Rusli Angkatan Balai Pustaka




Agoeshendtriyanto.com - Novel yang berjudul “ Memang Jodoh “ karya Marah Roesli termasuk dalam karya sastra angkatan Balai Pustaka.  Karya sastra pada angkatan ini memiliki ciri – ciri yaitu:

  1. Menggunakan bahasa Indonesia yang masih dipengaruhi bahasa daerah.
  2. Bersifat didaktis atau keseluruhan isinya ditujukan untuk memberi nasihat kepada pembaca. 
  3. Mengangkat persoalan adat istiadat suatu daerah terutama masalah adat kawin paksa. 
  4. Memiliki corak romatisme
Novel “ Memang Jodoh “ ini mengangkat tema mengenai percintaan, perjuangan, serta budaya atau adat di daerah tersebut. Berkisah tentang kehidupan seorang lelaki bernama Hamli yang memperjuangkan cintanya bersama wanita bangsawan Sunda yaitu Din Wati. Berbagai lika-liku kehidupan mereka jalani, perbedaan budaya membuat keduanya harus berjuang terutama meyakinkan keluarga Hamli yang berasal dari keturunan bangsawan ditanah Padang. 

Pertentangan demi pertentangan diterima Hamli dan Din Wati, terutama Ibu Hamli yang diketahui sangat memegang adat Padang. Baginya seorang laki-laki Padang tidak diizinkan menikah dengan perempuan selain bangsa Padang dan akan dipandang sangat hina. 

Berbagai bentuk pengucilan dan sindiran diterima Hamli, bahkan tipu daya orang yang hendak menjemput dan memaksa Hamli untuk  menikah lagi, karena tak pantas bila seorang bangsawan Padang hanya memiliki satu istri saja, akan tetapi Hamli menolak permintaan tersebut dan hanyalah Din Wati satu-satuya istri yang dimiliki.

 Amanat yang dapat diambil dari novel “ Memang Jodoh “ yaitu :

  1.  Dalam setiap kehidupan jodoh merupakan salah satu rahasia Tuhan yang menjadi takdir manusia.
  2.  Janganlah membatasi hak seseorang hanya karena suatu perbedaan.
Penulis: Elly Nur Hayati
Publisher: Prabangkaranews Media Group

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.