Novel “Katak Hendak Jadi Lembu” Karya Nur Sutan Iskandar: Balai Pustaka




Agoeshendriyanto.com - Pacitan - Novel yang berjudul “Katak Hendak Jadi Lembukarya Nur Sutan Iskandar merupakan salah satu novel yang termasuk dalam karya sastra periode Balai Pustaka. Karyasastra pada periode ini ditandai dengan ciri-ciri seperti:

  1. Adanya kebangsaan yang belum maju masih bersifat kedaerahan.
  2. Menggambarkan pertentangan paham antara kaum muda dan kaum tua.
  3. Banyak menggunakan bahasa percakapan dan mengakibatkan bahasa tidak terpelihara kebakuannya.
  4. Menggambarkan persoalan adat dan kawin paksa termasuk permaduan.
  5. Adanya kontra pertentangan antara kebangsawanan pikiran dengan kebangsawanan daerah.

Kisah dalam novel “Katak Hendak Jadi Lembu" bertemakan tetang Sosial dan Moral. Menceritakan seorang mantri kabupaten yang sangat sombong, egois, dan gila hormat bernama Suria. Ia mempunyai 3 orang anak dan seorang istri yang sangat baik dan penyayang yaitu Zubaidah. Tetapi kehidupan keluarga Suria dan Zubaidah tidak begitu harmonis. 

Suria yang suka hidup berfoya-foya dan jarang untuk membiayai anaknya bersekolah apalagi ia memiliki hutang yang sangat banyak. Hutangnya semakin membesar dan akhirnya Suria mengundurkan diri dan tinggal di Bandung menumpang di rumah anak sulungnya bersama keluarganya dan meninggalkan hutang-hutangnya. Walaupun sudah tinggal menumpang ia tetap saja pada kepribadiannya yang dulu.   

Zubaidahmeninggal karena perbuatannya Suria yang menjadi-jadi. Akhirnya anak sulung Suria yang telah berumah tangga serta saudara-saudaranya mengusir Suria dan Suria pun merantau ke rumah orang tuannya untuk tinggal disana bersama Ibunya. Setelah beberapa hari ia tinggal disana. Suria pergi dan tak kembali lagi entah kemana.

Amanat yang terkandung dalam novel “Katak Hendak Jadi Lembu” ini yaitu:

  1. Keangkuhan dan kesombongan kita akan membuat orang lain acuh terhadap kita.
  2. Sebagai kepala keluarga, seharusnya mampu mempertanggungjawabkan kewajibannya untuk menafkahi keluarganya.
  3. Kehormatan seseorang terletak pada akhlaknya, bukan pada pangkat derajatnya dan kesombongannya.
  4. Tuhan tidak menyukai sifat boros. Karena boros merupakan bagian dari perbuatan syetan.
 Penulis: Riska Fitriana

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.