"Robert Anak Surapati ” karya Abdoel Moeis: Periode Balai Pustaka




Agoeshendriyanto.com - Novel yang berjudul “ Robert Anak Surapati ” karya Abdoel Moeis termasuk dalam karya sastra periode Balai Pustaka. Karya sastra ini memiliki karakteristik antara lain dengan ciri-ciri, yaitu :

  1.  Penggunaan bahasa yang tidak bertele-tele, walaupun masih dipengaruhi bahasa Melayu.
  2.  Persoalan yang diangkat tentang sejarah dalam menelusuri kejayaan masa lalu di sebuah kerajaan yang adanya pertempuran, dan perkawinan gelap.
  3.  Cerita ini mengangkat tentang penyerangan.
  4. Dipengaruhi kehidupan tradisi sastra lokal.
  5. Lebih mengutamakan fisik.

 Didalam cerita novel yang berjudul “ Robert Anak Surapati “ ini bertemakan tentang adanya Robert anak yang terlahir dari perkawinan gelap antara Untung Surapati dengan Suzene. Suzene yang berasal dari keturunan Belanda dan sedangkan Untung Surapati dari keturunan Jawa. Ibu Robert yang bernama Suzene sudah meninggal saat perjalanan pulang dari Belanda. 

 
Kemudian Robert diasuh dan dijadikan anak oleh saudagar kaya yang keturunan Belanda yang bernama Van Reijn. Robert tahu bahwa dia hanyalah anak angkat dari Tuan Van Reijn. Saat itu Robert pergi untuk menjelajah. 

Ibu Robert sebelum meninggal menulis surat pada Tuan Van Reijn bahwa ayah kandung Robert berasal dari keturunan Jawa. Saat itu Robert di beri tugas untuk menjadi mata-mata Belanda untuk menyerang ke Pasuruan untuk melihat seberapa kekuatan dari Surapati. Tidak disangka Robert ditangkap dan dipenjara. Melalui bekal yang pernah diberikan oleh ibunya Robert Surapati mengetahui bahwa Robert itu anak kandungnya. 

Robert saat dipenjara diberi tempat yang begitu mewah berbeda dengan tahanan lain. Surapati ingin meyakinkan Robert bahwa dia adalah  ayah kandungya dengan berbagai macam cara, akan tetapi Robert tidak terima dan tidak mempercayai bahwa Untung Surapati adalah ayah kandungnya. Saat Robert bebas dari penjara ia di antar ke tempatnya dan dia menemui Digna untuk bercerita tentang rahasiannya. 

Tidak lama kemudian Robert berpamitan pada Digna untuk melakukan penyerangan terhadap Pasuruan seperti yang diberikakn tugas awal kepada Robert untuk menyerang Pasuruan. Robert tidak peduli bahwa yang ia serang adalah ayah kandungnya ia tetap bebrbuat nekat dan akhirnya Robert dan Belanda menyerang Pasuruan, akhirnya Surapati meninggal dunia akibat perlawanan dari Belanda, Robert pun juga gugur dalam membela Belanda.
 
Dari novel “ Robert Anak Surapati “ ini mengandung beberapa amanat, yaitu 
  1. Cintailah bangsanya sendiri yang sudah diperjuangkan dengan jerih payah dengan perjuangan dan cinta terhadap tanah air.
  2. Jangan berbuat jahat dalam memperlakukan seseorang dan jangan jahat dalam ingin mendapatkan sesuatu karena kita akan mendapatkan balasan juga.
  3. Terimalah orang tua kandung kita seperti apapun walaupun kita dibesarkan oleh orang lain tetapi ayah kandung tetaplah ayah yang memiliki aliran sedarah dengan kita.
  4. Selalu bersikaplah baik dengan siapapun.
  5. Jangan berbuat durhaka kepada orang tua kita.
 Penulis: Suci F

Publisher: Prabangkaranews Media Group

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.