Siti Nurbaya Karya Sastra Balai Pustaka




Agoeshendriyanto.com - Novel yang berjudul “Siti Nurbaya” karya Marah Rusli termasuk dalam karya sastra periode Balai Pustaka. Karya sastra pada periode ini ditandai dengan ciri-ciri, yaitu :


  1. Menganut paham romantisme.
  2. Menggunakan bahasa Melayu Minang.
  3. Mengangkat persoalan adat kedaerahan dan adat kawin paksa


Cerita dalam novel “Siti Nurbaya” ini bertemakan sosial budaya dan kawin paksa. Novel ini bercerita  tentang  kisah cinta antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang terhalang oleh adat istiadat yang dipegang teguh oleh orang tua mereka waktu itu, menunjukkan bahwa novel ini masih kental dengan adat dan tradisi daerah tersebut. 


 Siti Nurbaya terpaksa menikah dengan Datuk Maringgi seorang rentenir jahat yang tua dan serakah untuk menebus hutang ayahnya, jadi tema roman novel ini adalah kawin paksa. Akhir cerita dalam novel ini semua pelaku meninggal dunia, membuktikan bahwa pengarang tidak mampu melawan adat yang masih sangat melekat pada masyarakat saat itu.

Dari novel “Siti Nurbaya” ini mengandung beberapa amanat seperti :

  1. Cinta itu tidak dapat dipaksakan.
  2. Jadilah orang tua yang bijaksana memutuskan yang terbaik untuk anaknya agar tidak menyesal kelak.
  3. Kebenaran akan selalu menang melawan kejahatan.
  4. Sifat serakah hanya akan merugikan diri sendiri.
  5. Dan kematian adalah akhir dari segala kehidupan yang fana 
Penulis: Riska Angraini 

Publisher: Prabangkaranews Media Group

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.