Ilustrasi Alternatif Waktu Pemilihan

 

Agoeshendriyanto.com - Jakarta - Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah kehidupan dan kebiasaan masyarakat. Dampak dari pandemi yang telah menyebar dihampir 181 negara ini juga telah membuat beragam aktivitas masyarakat terhambat bahkan terhenti untuk sementara. 

Di Indonesia, imbas dari Covid-19 juga sama, kehidupan dan kebiasaan masyarakat kini telah berubah. Aktivitas yang sebelumnya banyak dilakukan diluar rumah kini diminta untuk dipindahkan ke rumah, kerja dari rumah (work from home), belajar dari rumah hingga beribadah dari rumah. Begitupun dengan kebiasaan mencuci tangan, menggunakan masker hingga berkomunikasi yang semuanya tidak biasa dilakukan sebelum Covid-19 ini datang.

Namun demikian dampaknya tentu ada, semua kebiasaan yang pangkalnya merupakan upaya pencegahan ini telah membuat angka penyebaran Covid-19 di Tanah Air melambat. Meski disejumlah daerah angkanya masih signifikan namun bukan tidak mungkin juga akan menuju pelambatan apabila upaya pencegahan bisa terus menerus dilakukan.

 

University Havard USA, memperkirakan wabah Covid-19 akan berlangsung hingga akhir 2022, bahkan Amerika Serikat saat ini sudah berpikir menyiapkan skema apabila terjadi pandemi Covid tahap kedua, yang bisa saja selesai melebihi 2022.

Apabila itu terjadi, maka aktivitas dan kebiasaan baru masyarakat yang disebutkan diatas harus juga berlangsung lebih lama. Sementara kita ketahui di 2020 ini saja aktivitas dan sejumlah agenda kenegaraan hingga perpolitikan telah tertunda. Pemilihan 2020 yang seharusnya berlangsung pada September mundur hingga Desember 2020. Walau pertimbangan keselamatan dan kesehatan yang diutamakan dalam menyikapi penundaan ini namun kita juga harus berpikir bahwa pembaruan masa kekuasaan pemerintahan juga harus tetap berlangsung yang hanya didapat melalui proses pemilihan.

Maka dari itu penulis melihat, setidaknya ada beberapa pilihan waktu yang mungkin bisa diambil untuk tetap melaksanakan pemilihan, tanpa melanggar protokol pencegahan penyebaran Covid-19.  Pada umumnya masyarakat memaknai pemilihan dengan dua kategori yaitu pemilihan ditengah-tengah wabah covid atau setelah selesai wabah Covid-19 baru dilaksanakan. Cukup dimungkinkan jawabannya adalah setelah selesai wabah Covid-19.  Tetapi yang menjadi pertanyaan, kapan wabah Covid-19 ini selesai, yang artinya zero Covid.

Maka ternyata dalam perkembangan hasil dari ikhtiar penyelesaian Covid-19 ini terbagi menjadi 3 kategori waktu, sehingga hal ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk menentukan kapan pemilihan dapat dilakukan. Ketiga kategori tersebut adalah
  1. Pada saat masih terjadi wabah covid dengan grafik meninggi untuk yang terjangkit (positif, pdp dan odp), yaitu seperti kondisi sekarang ini;
  2. Pada saat masih terjadi wabah covid dengan grafik menurun untuk yang terjangkit, artinya hal ini ada 2 kondisi ; Pertama, Kondisi masyarakatnya sudah terbiasa (menjadi habit/kebiasaan) dengan protocol covid-19 dan sudah terbiasa menguatkan imun tubuh; Kedua, Para Medis sudah terlatih dengan tangkas menangani pasien yang terkena Covid-19 dan Rumah Sakit tersedia kamar/ruang jika terdapat masyarakat harus opname yang terkena wabah covid-19, sehingga seluruh elemen masyarakat  tidak lagi merasa kuatir dengan wabah covid-19 ini
  3. Pada saat selesainya wabah covid 19 (zero virus);
Jelas bahwa pada kategori nomor 1 mempunyai resiko tertinggi terhadap keselamatan jiwa seseorang baik untuk penyelenggara pemilu itu sendiri maupun terhadap pemilih, termasuk menjadi sangat pesimis untk perolehan target partisipasi pemilih. 

Untuk kategori 3, memang ini yang ideal, tetapi sangat sulit mengetahui kapan selesainya wabah Covid-19 hingga zero, sampai sekarang dari berbagai ahli (virus) didunia belum ada yang mengetahui kapan selesainya wabah Covid-19 ini, maka pada kategori  ini juga tidak memungkinkan dilaksanakannya pemilihan.

Maka yang tepat adalah pada saat kategori 2, yang mana wabah ini memang masih terjadi, tetapi sudah dapat tertangani pencegahannya dengan baik dan masyarakat tidak lagi merasa kuatir jika terkena wabah Covid-19, walaupun masyarakan masih tetap menerapkan protokol Covid-19.  Dikategori ini, ekonomi juga sudah beranjak naik dan kembali normal, disusul dapat beribadah di masjid/tempat ibadah, pendidikan sudah dapat dilaksanakan.

Semoga menurunnya grafik segera terjadi di akhir bulan Mei 2020 atau awal Juni 2020 ini, dengan berbagai ikhtiar yaitu dengan usaha yang keras dari seluruh komponen bangsa dan doa yang tulus khususnya di Ramadan bulan yang penuh berkah, sehingga tahapan bisa dimulai di Juni 2020 dan pemilihan dapat dilakukan pada Rabu, 9 Desember 2020.

Penulis: Widiyono Agung Sulistiyo (Anggota KPU Provinsi Kepulauan Riau)

Publisher: Prabangkaranews Media Group 

1 komentar:

  1. saudara-saudara
    Saya di sini untuk bersaksi tentang kebaikan Allah dalam hidup saya dan bagaimana saya diselamatkan dari tekanan finansial karena bisnis saya sedang menurun dan keluarga saya dalam keadaan asulit sehingga kami bahkan tidak dapat membayar uang sekolah untuk anak-anak, karena kepahitan mengambil alih hatiku
    Suami saya juga menggagalkan karena kami menjalankan bisnis keluarga di (Surabaya, Jawa Timur) dimana kami jadi bingung suami saya mencoba untuk mendapatkana pinjaman dari bank dia menolak pinjaman jadi dia online mencari pinjaman karenaa dia ditipu oleh sone imposters online yang menjanjikan kepadanya pinjaman dan mengatakan harus membayar biaya untuk mendapatkan pinjaman sehingga husbank saya meminjam uang dari teman-temannya untuk membayar biaya maka mereka meminta biaya lagi dengan beberapa alasan dia harus pergi dan meminjam dari saudaranya di (Bekasi) untuk memastikan dia mendapatkan pinjaman setidaknya untuk membi/aayai kebutuhan keluarga dan setelah dia membuat biaya, dia diminta untuk membayar lagi dengan alasan tertentu, hal ini membuat keluarga kelaparan meningkat sehingga kami harus mengumpulkan makanan dari tetangga dekat kami. dan selama berbulan-bulan kami menderita dan bisnis ditutup untuk sementara waktu
    Jadi satu sore yang setia sekitar pukul 14:00 tetangga dekat ini menelepon saya dan mengatakan bahwa dia akan mendapatkan pinjaman dari perusahaan pinjaman secara online sehingga jika dia mendapatkan pinjaman, dia akan mengenalkan saya ke perusahaan tersebut sehingga kami pergi ke ATM bersama-sama dan Memeriksa pinjaman itu tidak ada sehingga kami menunggu sekitar 30 menit kemudian kami mendapat peringatan di teleponnya dari banknya bahwa dia telah menerima money di akunnya sehingga kami memeriksa saldo rekeningnya dan lihatlah 300 juta kepadanya sebagai pinjaman
    Segera saya berteriak di depan umum sambil menangis dan pada saat itu yang bisa saya pikirkan adalah jika saya dengan jumlah seperti itu, masalah saya berakhir, jadi kami pulang ke rumah saya tidak memberi tahu suami saya, dari 1 juta dia memberi saya saya membeli beberapa bahan makanan di rumah dan berlangganan dan tetangga saya dan saya meminta pinjaman kepada perusahaan karena dia memberi saya pedoman sehingga kami mengikuti prosesnya karena prosesnya sama sehingga setelah semua prosesnya, rekan-rekan saya diberi pinjaman oleh saya

     .(`’•.¸(` ‘•. ¸* ¸.•’´)¸.•’´)..«´ ONE BILLION RISING FUND¨`»(onebillionrisingfund@gmail.com)  
    ..(¸. •’´(¸.•’´ * `’•.¸)`’•.¸ )..BBM: D8E814FC

    Anda juga bisa mendaftar sekarang dan menyelesaikan masalah keuangan Anda
    Saya berbagi cerita ini karena saya tahu bahwa begitu banyak orang di luar sana memerlukan bantuan keuangan dan perusahaan akan membantu Anda
    Gmail saya adalah

    Ratu Efendi Lisa
    efendiqueenlisa@gmail.com   

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.