Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi di Brebes Selesai Dibangun


Agoeshendriyanto.com - Brebes –  Acara peresmian ini juga dihadiri Bupati Brebes yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Masfuri, Dandim yang diwakili Danramil 01 Brebes, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, SIK,M.HP, Kapolsek Brebes AKP Harti, SH, Kepala Desa Randusanga Wetan, H. Swi Agung, Habib Abdulloh Al Haddad dari Kabupaten Tegal, Kyai Amin Parakan dari Kecamatan Bumiayu, Kyai Syaefudin dari Kecamatan Songgom, para Tokoh Agama dan warga masyarakat setempat.

Salah satu destinasi wisata religi di Kota Bawang atau Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi, Desa Randusanga Wetan Kecamatan Brebes.


Pembangunan kompleks makam salah satu ulama penyebar agama islam di Kabupaten Brebes yang dipercayai masyarakat berasal dari Baghdad ini dimulai pemugarannya pada 20 Agustus 2019 lalu dengan menggunakan APBD Pemkab Brebes 2019 sebesar Rp. 3,7 miliar, dan ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Muspika dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Drs. Didin Setiadi.



Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa pemugaran lanjutan dimulai pada Maret 2020 lalu di bawah pengawasan ulama besar Jawa Tengah asal Kabupaten Pekalongan, Habib Luthfi Bin Yahya.

“Pemugaran telah selesai dilaksanakan dan tidak ada petunjuk tambahan dari Habib Luthfi selaku pengawas dan pengarah pemugaran. Selanjutnya pengelolaan makam diserahkan kepada Pokdarwis setempat melalui Kades setempat,” ungkapnya Minggu sore (31/5/2020).

Untuk orbitasi kurang lebih 9 kilometer dari pusat kota Brebes. Tempat ini ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat dan Selasa kliwon, namun kebanyakan di malam Jumat kliwon.

“Dengan selesainya renovasi makam diharapkan secara khusus dapat membantu masyarakat setempat dari segi perekonomian karena dikelola dengan baik oleh Pokdarwis. Sedangkan secara umum yakni mendongkrak sektor pariwisata di Brebes,” pungkasnya.

Para peziarah umumnya menginap di desa, di aula Balai Desa, mushola di kompleks makam yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

"Suasana makam kini sudah tertata sehingga diharapkan para peziarah yang datang dari berbagai daerah dapat nyaman dan khusyuk dalam berdoa," ungkapnya. (Aan)

Publisher: Prabangkaranews Media Group


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer