“Tanah Gersang” karya Mochtar Lubis




Agoeshendriyanto.com - Pacitan - Novel yang berjudul “Tanah Gersang” karya Mochtar Lubis termasuk dalam karya sastra periode angkatan 45 . Karya sastra pada periode ini ditandai dengan ciri-ciri, yaitu:

  1. Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami
  2. Persoalan yang diangkat tentang kehidupan sosial
  3. Suasana yang tergambarkan dalam cerita ini bersifat menegangkan dan kaku
  4. Cerita yang diangkat bersifat romantisme
  5. Cerita ini bersifat membangun karena terdapat pesan moral yang disampaikan penulis

Cerita dalam novel “Tanah Gersang” ini bertemakan kejahatan dan ketulusan cinta. Dalam novel ini menceritakan tentang tanah gersang merupakan kebengisan kehidupan di kota besar yang juga ibukota Republik Indonesia. 

Tanah gersang menceritakan mengenai kehidupan karakter-karakter dalam kota Jakarta. Mulai dari kejahatan seperti merampok, hedonisme, sikap korupsi, sampai seks bebas dengan perempuan. Tanah gersang memberi fokus dari perspektif 3 pemuda yang saling bersahabat, yaitu Joni, Sukandar, dan Yusuf. 

Beranggotakan tiga orang dan Joni sebagai kepalanya, melakukan kejahatan dalam kota dari perampokan sampai akhirnya terjadi pembunuhan. Ketika semuanya mulai tidak terkontrol sejak pembunuhan itu, akhirnya ketiga itu berpisah, dan Joni yang dalam pelarian mencoba untuk membuai seorang perempuan. 
  
Setelah segala kejahatan telah mereka lakukan, akhirnya Yusuf dan Sukandar ditangkap polisi sedangkan Joni tenggelam di Danau Toba karena perahunya diterjang ombak. Saat menjelang kematiannya itulah, Joni untuk pertama kalinya menyebut nama Tuhan dan memohon ampun kepada-Nya.

Dari novel “Tanah Gersang” ini mengandung beberapa amanat seperti:

  1. Sebagai orang tua seharusnya bisa memberikan perhatian lebih kepada anaknya agar kelak bisa tumbuh menjadi anak yang baik, dan bermoral
  2. Jadilah orang baik karena segala kejahatan yang diperbuat pasti akan berakhir menyedihkan
  3. Segala permasalahan hidup tidak harus dilampiaskan untuk berbuat kejahatan karena itu hanya akan merugikan diri sendiri
  4. Tanah gersang itu sebenarnya tidak ada, karena dengan adanya cinta dan pengorbanan akan tumbuh nafas hidup dan harapan baru yang dapat dibangun dimana pun.
  5. Cinta bukanlah nafsu sesaat yang harus memiliki uang atau harta. Namun cinta yang sebenarnya adalah perasaan yang tulus untuk saling memiliki
  6. Segala sesuatu yang kita lakukan baik itu kebaikan atau keburukan pasti akan mendapatkan balasan. Sekecil dan sebesar keburukan apapun yang disembunyikan pasti akan terbongkar juga.

Penulis: Indriana R, Uun Atnisya, Suci F
 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.