Alhamdulillah, Pembangunan Talud Penahan Tebing Sungai Grindulu Sebelah Utara Mulai Dikerjakan Saat Pandemi Covid-19



Agoeshendriyanto.com - Pacitan - Tanggul disepanjang sisi utara Sungai Grindulu mulai dilakukan pembangunan walaupun dalam kondisi Pandemi Covid-19.  Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius untuk pemabngunan walaupun dalam kondisi tengah dilanda pandemik, jurnalis Prabangkara pada hari Kamis (4/10/2020)

Sungai Grindulu yang arah arusnya kini mengarah pada sisi timur akan mengakibatkan terkikisnya tebing sebelah timur yang telah lama terjadi. Walaupun demikian baru saat ini dibangun Bronjong dari batu kali untuk mencegah erosi tebih lebih lanjut yang berakibat semakin mendekati tanggul sungai.

Tanggul di sepanjang sungai adalah salah satu bangunan yang paling utama, tanggul dibangun terutama dengan konstruksi urugan tanah, karena tanggul merupakan bangunan menerus yang sangat panjang serta membutuhkan bahan urugan volume besar. Dalam tahap perencanaan kiranya perlu diperhatikan, normalisasi sungai Grindulu saat ini perlu pemaksimalan terutama pada dinding tanggul.

Mungkin sebagai masukan, untuk keadaan darurat jika terdapat dinding tanggul disekitar proyek.  walaupun tidak masuk rencana proyek alangkah  ada tanggul yang berlubang diperbaiki, walaupun ini menyalahi dari aturan sebuah proyek.


Sungai Grindulu terletak di Kab.Pacitan, Jawa Timur,  Indonesia, dengan aliran dari  Gunung Gembes (1.200 Mdpl) di Perbatasan Desa Jeruk Dengan Desa Bangunsari Di Kecamatan Bandar lalu Melewati Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Arjosari, Kecamatan Pacitan dan bermuara di Samudera Hindia, tepatnya di Kelurahan Ploso. Sungai Grindulu memiliki panjang sekitar 70 kilometer yang mengalir berarah ke timur laut- barat daya lalu berbelok ke selatan.

Sungai Grindulu yang berlika-liku melewati hamparan daerah-daerah salah satunya membelah di antara Tanjungsari dan Arjowinangun. Meskipun terbelah namun tetap sambung dengan adanya jembatan, jembatan ini menghubungkan antara Desa Arjowinangun dan Desa Tanjungsari. Masyarakat luas lebih mengenalnya dengan sebutan Jembatan Arjowinangun Pacitan.

Wilayah Desa Arjowinangun tepatnya di Dusun Kauman, ini merupakan kawasan timur sungai yang terdampak tanggul jebol. Salah satu penyebab derasnya air lebih cepat mengikis tanah yaitu tanggul area bawah jembatan merupakan titik tikungan air,  Karena kondisi tebing sungai s tanah tanpa perlindungan dari tanaman penguat maupun yang lain, menyebabkan  tanggul utama mudah terkikis.

Tahun anggaran 2020 sudah ada pembangunan untuk normalisasi namun secara bertahap pembangunan bronjong batu pada tanggul utama tepatnya di bawah jembatan. Arjowinangun yang kondisinya sangat mengkhawatirkan.  Tujuannya untuk  meminimalisir akan terus tergerusnya tanah dan menjaga area jembatan dari longsor tebing di sebelah utara Jembatan Grindulu atau Arjowinangun.  Hal ini juga akan menambah pemandangan sekitar hamparan sungai, di bawah jembatan yang juga dimanfaatkan warga sebagai tempat  mancing.  (redaksi/DhianTrio/2020)

Publisher: Prabangkaranews Media Group

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer