Doa Puisi Chairil Anwar Kepasrahan Seorang Hamba

Doa

 Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh

Mengigat Kau penuh seluruh

CayaMu panas suci

Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

Remuk

Tuhanku aku mengembara di negara asing

Tuhanku

Di pintu-Mu aku mengetuk 

Aku tidak bisa berpaling

Puisi “Doa” merupakan sebuah puisi yang diciptakan oleh Chairil Anwar pada tahun 1943 yang menceritakan seseorang sedang mengalami kesusahan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Puisi ini mengangkat tema tentang ketuhanan. Makna dari puisi ini adalah kecintaan kepada Tuhan ketika dalam keadaan susah. Jadi, ketika penulis merasakan kekosongan jiwa, ia masih bisa berdzikir meskipun sangat sukar, berusaha mengingat Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mengharapkan pertolongan kepadanya.



Isi dari puisi “Doa” karya dari Chairil Anwar ini adalah tentang seseorang yang sedang mengalami kesusahan yang mendalam dan dia merasa jauh dengan Tuhan-nya. Dia merasa Tuhan sudah tidak lagi sayang padanya, karena Tuhan memberikan dia kebingungan.

Amanat yang terkandung dalam Puisi “Doa” ini yaitu:
  1. Kita harus tetap mengingat Tuhan dalam setiap keadaan.
  2. Ketika dalam kesusahan kita berdoa kepada Tuhan karena Tuhan maha penolong dan maha pengampun.
  3. Kita harus menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan.
  4. Hidup adalah sebuah pengembara yang suatu saat akan kembali kepada Tuhan.
Hidup dengan doa dan usaha.  Sebagai makhluk harus tuunduk dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Segala daya dan upaya hanya atas petunjuk-Nya.  Hubungan sesama manusia harus selalu terjaga untuk kebersamaan dalam merajut harapan setelah new normal pandemi Covid-19. (Penulis/Rahmat Dani, Elly Nur Hayati/PBSI STKIP PGRI Pacitan)

Publisher: Prabangkaranews Media Group


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer