Karangan Bunga Karya Taufik Ismail

Agoeshendriyanto.com - Pacitan - Puisi Karangan Bunga merupakan puisi yang diciptakan Taufik Ismail dengan mengangkat sebuah tragedi sosial yang menewaskan Arief Rahman Hakim seorang mahasiswa UI (Universitas Indonesia).

Dalam puisi tersebut digambarkan seorang anak kecil yang datang dengan malu-malu ke Salemba untuk memberikan tanda bela sungkawa, yaitu sebuah karangan bunga berpita hitam yang merupakan simbol kedukaan mereka. Ketiga anak tersebut merasa sangat sedih dan kehilangan karena pahlawan pembela keadilan saat itu tertembak mati oleh pasukan Tjakrabirawa. Kejadian memilukan tersebut sontak menjadi duka mendalam bagi warga Indonesia.

Karangan Bunga”

Tiga anak kecil

Dalam langkah malu-malu

Datang ke salemba

Sore itu.

“Ini dari kami bertiga

Pita hitam pada karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

Siang tadi.”

Taufik Ismail (1966)

Puisi yang berjudul “Karangan Bunga” merupakan salah satu puisi angkatan ’66 bersamaan dengan kacaunya kondisi politik Indonesia karena ulah PKI. Ciri karya sastra angkatan ’66 yaitu menceritakan tentang protes terhadap keadaan sosial dan politik Indonesia saat itu.

Tema yang diambil dalam puisi Karangan Bunga merupakan tema kepahlawanan dengan kental menyajikan suasana duka. Taufik Ismail mengungkapkan bela sungkawanya dengan sebuah puisi. Hingga sekarang puisi karangan Taufik Ismail tersebut menjadi bukti perlawanan mahasiswa untuk memperjuangkan hak-hak yang seharusnya masyarakat dapatkan.

Amanat yang dapat kita ambil dalam puisi “Karangan Bunga” yaitu :

  • Dalam berkehidupan kita harus senangtiasa menghormati perjuangan seseorang untuk membela kebenaran.
  •  Mengunjungi kerabat yang sedang berduka. Jangan sampai kita acuh terhadap kerabat yang sedang dilanda musibah.
  • Senangtiasa mengenang jasa para pahlawan kita yang telah rela berkorban demi Bangsa dan Negara.
Penulis: Febi Dian Prastiwi, Al Rifa Rahayu Dianthi

Publisher: Prabangkaranews Media Group

.   


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer