Kebersamaan Untuk Merajut Asa di Tengah Pandemi Covid-19

 
PEWARTA-NUSANTARA | PACITAN - Pagi terasa dingin habis malam minggu (07/06/2020), Pacitan  diguyur hujan.  Bulan Juni 2020 hujan Alhamdulillah masih turun semoga tanaman padi akan berkembang dalam waktu 1,5 bulan akan mekar bunga untuk menjadi bulir gabah yang sangat dinantikan petani saat pandemi Covid-19. 

Masyarakat Pacitan yang sebagai besar dari petani yang saat ini harga pertanian mengalami penurunan harga jula baik peternakan maupun sayur-sayuran yang menjadi andalam masyarakat Pacitan.  Selain itu juga tanaman hutan produktif seperti sengon disebabkan banyak pabrik triplel di Pacitan yang sementara ini masih tutup.  Hal ini kan berdampak pada sosial sekonomi masyarakat.

Sekarang ini kita kembalikan pada nilai kearifan Lokal orang Pacitan yang selalu adaptif terhadap setiap perubahan yang ada. Situasi seperti saat ini saling gotong-royong dalam merajut harapan di masa pandemi Covid-19.


Bertahan dan kalau bisa masih ada pertumbuhan merupakan prestasi yang cukup saat pandemi Covid-19.  Terus produktif dengan memberikan sebuah harapan untuk kebermanfaatan untuk orang lain.  Apalagi masa informasi elektronik di mana informasi seperti air bah,  yang sulit dibendung jika tidak adaptif.  Dewasa ini agak sulit mengidentifikasi perubahan-perubahan yang pesat di masyarakat tanpa melibatkan dua entitas penting yang merupakan ciri masyarakat modern, yaitu media dan negara.

Jika melihat dari kacamata teori strukturalis Anthony Gidden agen atau aktor harus adaptif dengan struktur baik dari pemerintahan maupun masyarakat.  Hubungan antara agen dan struktur selalu dialektis seperti dua sisi mata uang yang saling mempengaruhi dan membutuhkan.  Agen butuh struktur sebagai kontrol terhadap kegiatan yang dilakukannya agar tidak melanggar norma agama, hukum.  Oleh sebab itu Era Digital kita tidak bisa untuk memposisikan diri kita sebagai yang paling pintar, pandai, berjasa dan atribut individualistik lainnya.

Saling gotong royong dalam kebersamaan tidak menguasai orang lain apalagi berbuat tidak baik pada orang lain.  Walaupun kita lihat dalam teori semiotika bahwa hidup ini seperti permainan tanda-tanda kepalsuan yang kita sistemkan atau kita sepakati.  Tidak akan mungkin sebuah tanda mempunyai pesan jika tidak ada sebuah kesepakatan.  Kesepakatan tersebut harus kita jaga sehingga tidak ada makna ganda dalam pesan yang sama. Konflik dalam permainan tanda-tanda kehidupan akan selalu dihindari dengan selalu adaptif dalam setiap perubahan.

Pandemi Covid-19 sarana kita untuk selalu gotong-royong dan kebersamaan untuk mewujudkan pesan yang sma dalam sebuah tanda.  Sukses selalu untuk kita semua (redaksi/Agoeshendriyanto/Studi Doktoral Kajian Budaya).

Publisher: Prabangkaranews Media Group

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer