Keunikan Novel “AYAH” Karya Andrea Hirata



PEWARTA_NUSANTARA | PACITAN - Jurnalis @Prabangkaranews   dalam hubungan melalui email dan whattshap dengan
  ELLZA dan Puput Anita Sari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP PGRI Pacitan, baru Semester 2,  yang sangat tertarik terhadap karya sastra baik angakatan lama maupun baru. Kamis (11/06/2020). Resensinya mengangkat sebuah tema keunikan dalam Novel Ayah karya Andre Hirata. 

Novel berjudul Ayah karya Andrea Hirata ini termasuk karya sastra angkatan 2000. Adapun ciri-ciri dari karya sastra Angkatan 2000 adalah sebagai berikut :
  1. Menggunakan Bahasa Indonesia
  2.  Bebas memainkan kata-kata dan makna
  3. Mengangkat tema-tema dewasa
  4. Menggunakan bahasa dengan simbol-simbol rakyat biasa
  5. Bertemakan hidup dan kehidupan
Tema yang diambil Andrea Hirata dalam novelnya kali ini adalah perjuangan seorang anak yang ingin membahagiakan kedua orang tuanya, terutama ayahnya. Dalam novel ini tentu saja sudah menggunakan Bahasa Indonesia. Sesuai dengan ciri-ciri karya sastra angkatan 2000an, novel ini mengangkat tema kehidupan yang bersifat dewasa. Novel ini juga sudah mulai menggunakan kata-kata dan makna secara bebas.



Novel ini juga termasuk karya sastra yang unik karena didalamnya disertai puisi indah yang menimbulkan ciri khas tersendiri. Puisi-puisi yang ada dalam novel ini mencerminkan bahwa Sabari sebagai tokoh Ayah seorang yang pandai berpuisi.


Novel ini menyajikan begitu banyak nilai kehidupan, nilai moral, bahkan nilai perjuangan. Nilai kehidupan terlihat pada halaman 165, “ Hidup ini memang dipenuhi orang-orang yang kita inginkan, tetapi tidak menginginkan kita, dan sebaliknya”. Nilai moralnya terlihat pada tokoh Marlena seorang wanita yang seharusnya menjaga kehormatannya dengan tidak mendekati pergaulan bebas yang nantinya menimbulkan dampak negatif bagi dirinya, contohnya saja hamil di luar nikah. Nilai perjuangan dapat dilihat dari perjuangan tokoh Amiru dalam usahanya mendapatkan uang meski masih belum cukup usia demi pengobatan ibunya.

Adapun beberapa amanat yang ingin disampaikan pengarang dalam novelnya, antara lain:
  1. Kita harus senantiasa berbakti kepada orang tua.
  2. Teruslah bekerja keras dan gigih dalam menempuh kehidupan yang sulit sekalipun.
  3.  Dengan kesabaran, ketulusan, serta ikhlas nantinya akan memberikan buah suatu kebahagiaan.
  4.  Cinta mampu mengubah  rasa, tingkah laku manusia untuk meraihnya.
  5.  Selalu pantang menyerah dalam menggapai suatu yang dicita-citakan.

Penulis :    ELLZA dan Puput Anita Sari

Publisher: Prabangkaranews Media Group

     

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.