Kopi Dalam Persimpangan



PEWARTA_NUSANTARA | PACITAN - Manusia sebagai makhluk beradab yang senantiasa berpikir untuk beradaptasi dengan lingkungan.  Lingkungan manusia terdiri dari makhluk hidup manusia, hewaan, dan tanaman.

Kopi hitam dalam tangan kanan jika saat itu baru dibuat dari air mendidih maka tangan kanan terasa hangat.  Begitu juga rokok sebagai simbol yang telah disepakati di tangan kiri terasa ada api dan asap.  Untuk menafsirkan kedua simbol tersebut dalam bentuk foto, mempunyai makna yang beragam.  Hal ini sangat tergantung dari pengalaman dan pengetahuan kita. 

Berdasarkan pengalaman, kopi hitam bagi yang sudah terbiasa akan merasa nikmat jika diminum. Namun jika kopi hitam tersebut tumpah maka kenikmatannya akan sirna.  namun demikian bagi sudut pandang yang berbeda kopi tersebut jika diminum akan menimbulkan fek yang tidak baik bagi kesehatan.  Begitu juga rokok bagi penikmat rokok akan membuat hati bahagia.  Namun ukuran kebahagiaan yang sangat relatif.  Bagi penderita kanker ataupun sesak napas rokok sebagai benda yang harus dihindari.  namun bagi pabrik rokok, dengan rokok lapangan pekerjaan akan menyerap tenaga kerja. 



Gambar gelas berisi kopi yang telah diminum atau dibuang.  Diminum bagi yang suka kopi apalagi sambil menulis ataupun beraktifitas menggunakan komputer sesuatu yang nikmat.  Namun jika isi dari gelas tadi kopi tumpah ke komputer akan membuat komputer kita rusak.  Oleh sebab itu gambar apalagi tulisan yang beredar di medsos  mengandung makna ganda disebabkan teks tersebut arti dan maknanya sangat tergantung dari tempat dan waktu.  

Namun demikian jika kita masih menggunakan akal baik semuanya bisa kita selesaikan dengan menyatukan pemaknaan terhadap teks atau wacana.  Hegemoni manusia terhadap yang lainnya tidak akan menyelesaikan masalah. 

Untuk menyampaikan sebuah pesan dalam masa pandemi Covid-19 yang dilarang untuk diskusi atau tuturan langsung teks atau wacana yang dikomunikasikan lewat media online, media sosial akan menimbukan sebuah paradok pesan.  Paradoks pesan tersebut apalagi berkaitan dengan ras, suku bangsa, agama, dan etnik sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. 

Oleh sebab itu konteks pertemuan langsang sangat dibutuhkan dalam rangka untuk menyamakan persepsi terhadap sebuah permasalahan.  Teks ataupun wacana yang diproduksi kemudian disampaikan lewat daring maka kita tidak mendapatkan konteks.  Oleh sebab itu arti dan makna dalam menafsirkan pesan dalam teks atau wacana akan mempunyai makna lebih dari satu. 

Semoga kita lebih bijak dalam penggunaan media sosial.  Agar apa yang kita tulis dan sebarkan bisa memberikan motivasi, dorongan, bimbingan dan bermanfaat bagi sesama.  Semoga Covid-19 segera berakhir. 

Publisher: Prabangkaranews Media Group.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer