New Normal, Perekonomian RI Akan Kembali Bergairah


PEWARTA_NUSANTARA| JAKARTA - Melansir dari infopresiden.com    Pemerintah akan membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat atau bisa disebut new normal. Hal ini ditandai dengan mulai beroperasinya beberapa perkantoran di Wilayah Jabodetabek.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, pola hidup baru atau new normal ini akan menjadi angin segar bagi perekonomian dalam negeri. Sebab, produktivitas ekonomi akan kembali bergairah setelah sempat mati suri beberapa waktu lalu.

"Dengan menerapkan pola hidup baru yang memungkinkan semua aktivitas produktif bisa dimulai lagi, kinerja perekonomian nasional pada kuartal II 2020 diharapkan tidak terlalu buruk," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020).


Menurut Bamsoet, kembali produktifnya ekonomi RI akan membuat pertumbuhan ekonomi RI bisa positif di kuartal II-2020. Ada beberapa alasan yang menjadi faktor mengapa dirinya sangat optimis.

Pertama adalah faktor pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I-2020 yang relatif baik. Bahkan dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat atau China, Indonesia masih lebih baik.

Meskipun, angka tersebut di bawah dari perkiraan pemerintah dan pengamat ekonomi. Adapun pada kuartal I-2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sebesar 2,97%.

Publisher: Prabangkaranews Media Group

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.