Tubuh Kita Melawan Virus Covid 19

PEWARTA-NUSANTARA | Pacitan - KKN Covid-19 STKIP PGRI Pacitan di Desa Gembong, Ajeng Praditya, mahasiswa kelompok  9,  mahasiswa semester terakhir gencar untuk sosialisasi Covid-19 melalui Grup Whatshapp, Istagram, Facebook, maupun luring, bekerjasama dengan Tim Covid-19 di Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kab. Pacitan, Jawa Timur.

Ajeng mengangkat isu tentang virus covid 19 sudah sering dibahas oleh setiap kalangan. Pembahasan tentang bagaimana cara mencegah penyebaran virus covid 19 dari mulai penggunaan masker, sosial distancing, dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bagaimana sebenarnya virus covid 19 menyerang tubuh. Tahukah kamu bahwa virus covid 19 tidak hanya menyerang paru-paru? Tahukah kamu bagaimana virus covid 19 dapat menyebabkan kerusakan di organ ginjal dan jantung?.

Meski ada kemungkinan virus dapat menyerang organ selain paru-paru, kenyataannya dampak virus covid 19 pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang tidak menunjukan gejala setelah terinfeksi virus, ada juga yang hanya menunjukan gejala ringan, hingga yang terserang penyakit parah setelah terinfeksi virus covid 19. Jadi, bagaimana sebenarnya virus covid 19 menyerang tubuh?


Mengutip dari pendapatnya  Dr Eric Cioe-Pena, direktur kesehatan global Northwell Health, New York, virus corona masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, mulai dari hidung atau mulut menuju ke paru-paru. Untuk menginfeksi seseorang virus ini perlu mengikat enzim yang terdapat pada sel-sel dalam tubuh manusia.

Melalui enzim dalam sel-sel tubuh tersebut virus covid 19 menggandakan diri dan menyerang tubuh. Masalahnya, enzim dalam sel-sel yang diserang virus tersebut tidak hanya terdapat pada organ paru-paru tetapi juga terdapat di organ tubuh lain.

Ketika Virus Covid 19 Pertama Kali Masuk Kedalam Tubuh Manusia

Tubuh memiliki sistem yang disebut jalur interferon, yang berfungsi untuk mengirim sinyal “minta tolong” dari sistem kekebalan ke sel, ataupun sebaliknya. Nah, sebelum menginvasi organ paru-paru atau sel tubuh virus corona akan berusaha keras untuk membungkam jalur interferon tersebut, sehingga virus bisa bertumbuh dengan tenang. Bila tubuh kamu berhasil mengeluarkan sinyal tersebut tepat waktu, maka tubuhmu dapat mematikan virus corona dan membuat respons imun yang sangat baik. Namun, bila tubuh membuat respons yang salah, virus corona yang akan menang.

Ketika virus covid 19 berhasil mengalahkan jalur interferon,  virus tersebut akan mencari sel untuk menggandakan diri. Sel yang paling cocok bagi virus tersebut yaitu sel yang memiliki enzim ACE2.

Kemudian setelah virus  berhasil menggandakan diri, sebagai permulaan virus covid 19 akan menyerang paru-paru. Pada fase pertama sel dalam paru-paru akan mengirim sinyal “minta tolong” kepada sistem kekebalan tubuh. Saat itulah fase ke-2 ketika sistem kekebalan tubuh masuk. Karena dihadapkan dengan kehadiran virus jahat yang menyerang, tubuh kita mengambil langkah untuk melawan virus tersebut dengan membanjiri paru-paru dengan sel-sel sistem kekebalan untuk membersihkan kerusakan dan memperbaiki jaringan paru-paru.

Ketika bekerja dengan benar, sistem kekebalan tubuh hanya akan memperbaiki kerusakan pada bagian yang terinfeksi. Namun, apabila sistem kekebalan mengalami “kesalahan respon” maka sel-sel sistem tersebut akan melepas zat sitokin dalam jumlah yang besar mengakibatkan badai sitokin sehingga merusak apapun yang ada di jalur masuk mereka. Bahkan sel sehat sekalipun. Hasilnya kerusakan pada paru-paru akan meningkat dan menyebabkan kegagalan pernafasan.

Bagaimana Virus Covid 19 Menginveksi Organ Tubuh Selain Paru-Paru?

Permukaan paru-paru adalah tempat dimana udara akan dialirkan keseluruh tubuh. Oleh karena itu ketika menyerang paru-paru virus covid 19 juga akan menyerang permukaannya, sehingga virus tersebut dapat mengifeksi organ-organ lain.

Paru-paru merupakan organ yang ditarget oleh virus covid 19, namun karena imunitas rendah, virus ini juga mampu bergerak dan menyerang ke organ tubuh lain,” kata Cioe-Pena seperti diberitakan Live Science. Setelah keluar dari paru-paru, virus covid 19 akan menginveksi sel dengan enzim ACE2 yang ada di organ lain sebelum sistem kekebalan tubuh dapat diperbaiki setelah kalah melawan virus di organ paru-paru.

Menjaga sistem kekebalan tubuh untuk melawan covid 19

Orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah harus lebih berhati-hati dalam mencegah penyebaran virus covid 19. Karena tubuh mereka kemungkinan akan kesulitan menciptakan respon imun yang seimbang untuk melawan virus covid 19. Namun, bukan berarti orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik tidak perlu berhati-hati, karena virus ini akan memberikan dampak yang serius.

Pemikiran bahwa agar dapat melawan virus covid 19 harus meningkatkan kekebalan tubuh semaksimal mungkin rasanya kurang tepat. Hal ini, karena meskipun sistem kekebalan tubuh yang baik dan berenergi kemungkinan juga dapat menyerang balik kepada kepada diri sendiri. Seperti yang terjadi apabila sistem kekebalan mengalami “kesalahan respon” sehingga mengakibatkan badai sitokin. Jadi yang perlu diperhatikan adalah tetap memastikan setidaknya sistem kekebalan tubuh tetap optimal dan dalam kondisi baik dengan makan sehat yang cukup, istirahat cukup, dan rajin berolahraga. (redaksi/Ajeng Praditya/2020)

Referensi.

Saplakoglu, Yasemin. 2020. Live Science. https://www.livescience.com/coronavirus-damages-other-organs.html

Publisher: Prabangkaranews Media Group

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer