DPAC LAPBAS Cipayung Memfasilitasi Permasalahan UMKM


PEWARTA_NUSANTARA |  DEPOK - Sekjen DPAC LAPBAS Cipayung Depok memfasilitasi permasalahan Pelaku UMKM bersinergi dengan  Presiden Gumregah Nusantara, di mana rakyat harus kerja, jualan dan berusaha,
Rabu, 1/7/2020

Diam dirumah terancam mati kelaparan, keluar rumah terancam mati akibat corona adalah kondisi nyata saat ini, 95% UMKM omzet anjlok dan keuntungan drastis turun 75%  berdasarkan hasil riset (LIPI, 29/6/2020).

"Hanya ada satu jalan bagi rakyat bertahan hidup, tidak mati kelaparan, yaitu segera bekerja, berjualan dan berusaha apapun resikonya dengan selalu mentaati protokoler kesehatan. 

"Karena negara belum berdaya cukupi kebutuhan pangan seluruh rakyat di negeri ini hadapi wabah corona," tegas Presiden Gumregah Bakti Nusantara (GBN) dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed merespon hasil Survey LIPI di Jakarta, Rabu Malam, 1 Juli 2020.


Jangan biarkan rakyat mati kelaparan dan terjadi loss generation di negeri ini akibat wabah corona. Rakyat harus lawan corona dengan optimis, mandiri di atas kaki sendiri. Harus segera bekerja, berjualan dan berusaha kembali. Ingat !!! Virus Corona jangan menjadi  hantu apalagi Tuhan.

Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh, disiplin jalani protokoler kesehatan, maka Virus Corona segera hilang sendiri dari muka bumi. Tentunya rakyat tetap berharap kepada pemerintah untuk meningkatkan  kinerjanya dalam atasi krisis kesehatan dan krisis ekonomi akibat covid-19.

Sekjen DPAC Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) Cipayung Depok menyatakan bahwa perlu sebuah wadah berupa Forum Komunikasi UMKM Indonesia untuk menjembatani permasalahan pelaku UMKM.

"Kami saat ini membuat program pembinaan pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Cipayung Depok dengan tujuan untuk membangun sinergi bersama pelaku UMKM melalui Ukhuwah Mart yang dibentuk dengan tujuan menggalang dukungan bagi semua kalangan pelaku UMKM di wilayah Cipayung Depok pada khususnya dan Indonesia pada umumnya," pungkasnya dalam dialog interaktif di sekretariat LAPBAS Ratu Jaya Cipayung Depok. (Agung SW)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer