Mayjen Bambang Ismawan : TMMD Banyumas Tepat Sasaran dan Manfaat



PEWARTA_NUSANTARA || Banyumas - Hal tersebut dikatakan Wadan Pusterad, Mayjen TNI Bambang Ismawan, SE, MM (ban lengan kuning), saat melaksanakan kunjungan kerjanya di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selasa (21/7/2020).

Kedatangannya ke lokasi TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas ini, adalah mewakili Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa, selaku PJO (Penanggung Jawab Operasi) TMMD Reguler Tahun 2020, di seluruh wilayah NKRI.

Selaku Ketua Tim Pengawas dan Evaluasi TMMD Reguler 108 di Jawa Tengah, jenderal berbintang dua itu melihat sendiri terjalnya lokasi pekerjaan pembangunan jalan beton 1,8 kilometer, di perbukitan Munggang, Desa Petahunan, yang dibangun untuk akses kendaraan bermotor menuju Obyek Wisata Curug Nangga atau air terjun tingkat tujuh.

“Pekerjaan di TMMD Reguler Banyumas tepat sasaran dan manfaat untuk mengangkat perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata khususnya dan pertanian atau perkebunan umumnya,” ungkapnya.

Menurutnya, selain Curug Nangga, jalan beton TMMD setebal 20 centimeter itu akan menjadi cikal bakal akses untuk membuka potensi sejumlah obyek wisata terpendam lainnya, sehingga Petahunan benar-benar mempunyai paket wisata yang bervariasi.

“Kini semua jenis kendaraan penduduk akan dengan mudah menjangkau sawah dan kebun mereka. Termasuk kendaraan wisatawan akan tiba langsung ke Curug Nangga,” tandasnya.

Untuk diketahui, jalan yang sedang dirampungkan pengecorannya selebar 3,75 meter dengan panjang tersebut, dulunya hanya jalan setapak menuju sawah atau kebun sejumlah penduduk setempat.

Sementara untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Curug Nangga, dulunya hanya dengan satu akses, yaitu menyusuri jalan batu setapak dari tempat parkir di ujung Dukuh/Desa Petahunan, berjarak kurang lebih 2 kilometer dalam waktu 20-30 menit.

Sementara sejumlah potensi wisata terpendam yang ada di sekitar jalan beton TMMD itu meliputi, Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman Kerajaan Pajajaran), dan juga Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar Agama Islam).

Selain itu, terpisah dari sejumlah potensi wisata di jalan TMMD itu, Desa Petahunan juga memiliki lokawisata yang cukup terkenal yaitu Bukit Watu Kumpul. (Aan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer