[Mohon Doa Restu] Ketiga Usulan WBTB Pacitan 2020 Ditetapkan Sebagai WBTB Indonesia 2020



PEWARTA_NUSANTARA || PACITAN - Kepala Dinas Pendidikan Daryono, pada tahun 2020, Pemerintah  Kabupaten Pacitan, mengusulkan  3 warisan budaya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

“Untuk tahun ini, di Pacitan ada 3 warisan budaya yang diusulan untuk ditetapkan sebagai WBTB. Dimana, saat ini usulan tersebut menunggu tahap terakhir yaitu  sidang  dihadapan seniman, budayawan, akademis kebudayaan yang diselenggarakan  oleh Kemendikbud di Jakarta.  Mohon doa restu seluruh masyarakat Pacitan agar ketiganya lulus dalam sidang yang agendanya jika seperti tahun lalu pada bulan Agustus 2020,” kata Daryono Kepala Dinas Pendidikan Pacitan.

Lebih jauh  Daryono menyampaikan   Program Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan disesuaikan dengan perubahan nomenklatur Dirjen Kebudayaan:

  1. Pertama, perlindungan kebudayaan di Pacitan dengan mendata dan melakukan kajian akademis untuk disusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda;
  2. Kedua, mengembangkan seni budaya yang sudah ada dikemas menjadi seni pertunjukan yang menarik disesuaikan dengan khasanah budaya Pacitan;
  3. Ketiga, membina dan memfasilitasi seni teater, seni drama, seni rupa, seni baru dengan mengusahakan berdirinya Gelanggang Budaya untuk berkumpulnya dan pementasan seni budaya.

Lebih jauh, Edy Sukarni sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan, Kab. Pacitan yang diberikan tugas berkaitan dengan kebudayaan menjelaskannya, " bahwa warisan budaya adalah kegiatan praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, ketampilan serta instrument, obyek, artefak dan ruang-ruang budaya. Terkait dengannya, bahwa masyarakat, kelompok dan, beberapa kasus, perorangan merupakan bagian dari warisan budaya."

Untuk tahun 2020 Pacitan mengusulkan 3 budaya Pacitan yaitu; 1) Upacara Adat Tetaken, 2) Brojo Geni Tremas Pacitan, 3) Upacara Adat Badut Sinampurno, tinggal selangkah lagi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2020.  “Dengan menjadi WBTB, maka sebuah warisan budaya akan memiliki sertifikat resmi dan dipatenkan menjadi kebudayaan khas Pacitan,” jelas Edy Sukarni.

Kepala Bidang kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan  Edi Sukarni hari Senin (20/07/2020) bertempat di ruang Kabid Kebudayaan, Dinas Pendiidkan kabupaten Pacitan mengatakan kepada pewarta @prabangkaranews , “ kekuatan utama bangsa Indonesia adalah pada Nilai luhur yang terkandung dalam budaya kita.”

Edy Sukarni berharap  Covid-19 segera berakhir sehingga program Kebudayaan Pacitan akan kembali normal kembali.  Akan membentuk Forum Group Discusion tokoh bubayawan di Pacitan yang konsen terhadap pengembangan, pembinaan, dan pelestarian Budaya di Pacitan.  FGD akan dipergunakan untuk menghimbun data kebudayaan di Pacitan sebagai data base Kebudayaan Pacitan.

Sementara itu, hingga 2019, Pacitan telah memiliki 3  WBTB Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Rinciannya, pada 2017 ada 1  yaitu Wayang Beber Pacitan yang ditetapkan sebagai WBTB oleh Kemendikbud. Lalu, pada 2018 juga ada 1 Upacara Adat Ceprotan  ditetapkan sebagai WBTB, dan 2019 ada 1 Seni Pertunjukan Kethek Ogleng Pacitan.

"Untuk tahun 2020 mengusulkan 3 budaya Pacitan.  Dengan modal budaya Pacitan yang telah ditetapkan sebagai WBTB ke depan harus mempunyai gelanggang seni budaya untuk tempat berkumpulnya seniman dan budayawan Pacitan untuk berdiskusi, tampil, latihan serta kegiatan lainnya.  Alhamdulillah untuk bulan Juli tinggal menunggu panggilan sidang di Jakarta untuk  selangkah lagi dengan doa seluruh masyarakat Pacitan di tetapkan sebagai WBTB Indonesia 2020, " jawab Edy.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.