PPWI OKI Wadah Organisasi Sangat Diperlukan Bagi Penggiat Media Sosial


PEWARTA_NUSANTARA || Kayu Agung - Persatuan Pewarta Warga Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ilir (PPWI-OKI) sangat menyayangkan adanya perilaku oknum  Youtubers berinisial AA yang diduga menyebar berita hoax, dari pesan yang disimak dari konten  Youtube tersebut.  Youtube didalalamnya ada sebuah pesan seharusnya melakukan validasi kebenaran seperti yang tertuang dalam undang-undang jurnalisme.

Hal tersebut berdasarkan hasil menyimak konten  siaran YouTube yang telah tayang dua kali tersebut, pesan yang tersampaikan telah terjadi kisruh KPM dari BPNT Kecamatan Kayu Agung dan katanya mark-up. Namun tidak dijelaskan secara terperinci maksud dari pesan tersebut.

Mendapat pesan informasi  siaran  yang  terkesan  tandensius dan kebenaran sangat diragukan, seperti yang disampaikan, Ketua PPWI OKI M. Abbas Umar melalui Sekretaris-nya, Agung Jepriansyah kepada Pewarta media,  di Kayu Agung, Kamis, 23 Juli 2020.

Harusnya perilaku oknum wartawan You Tubers, seperti ini mendapatkan pembinaan melalui wadah organisasi kewartawanan agar tidak meenyampaikan sebuah pesan yang diragukan kebenarannya, dalam menyiarkan berita di YouTube.  Ada kode etik yang seharusnya dipatuhi untuk menyiarkan sebuah berita di media sosial semacam you tube, sehingga pesan yang disampaikan kepada masyarakat mempunyai nilai kebenaran. 

Karena apabila di biarkan perilaku oknum wartawan YouTubers berinisial AA tentu dapat merugikan dan berimbas kepada kepercayaan masyarakat kepada media di dalam menyampaikan informasi. Saya sarankan agar oknum-oknum wartawan terkhususnya yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang belum memiliki wadah organisasi kewartawanan, untuk segera memiliki wadah organisasi. Imbuh Agung, yang merupakan peraih penghargan Sertifikat Award DJO PPWI Nasional pertama di Sumsel.

Sebagai kontrol sosial masyarakat tentu kita di tuntut untuk dapat menyajikan informasi yang valid, sehingga di yakini kebenarannya dan mencerdaskan warga.

Oknum wartawan YouTubers berinisial AA harusnya memiliki wadah organisasi kewartawanan, agar adanya legalitas kaidah jurnalistik UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang tertuang di bab lll pasal 7 dianggap memenuhi. Selain itu dalam pasal tersebut juga secara tidak langsung juga menyarakan agar wartawan, selain memiliki media juga harus memiliki organisasi kewartawanan.

Seperti dalam buku Prof. Bagir Manan, dengan judul "Pers, Hukum, dan hak Asasi Manusia" terbit tahun 2016, dimana pers dalam pesan beritanya  selalu menekankan pentingnya sikap bertanggung jawab. Praktisi pers harus membangun kredibilitas dan meraih kepercayaan publik (media trust). Semua itu bisa terwujud melalui “ketaatan terhadap prinsip-prinsip jurnalisme, baik dalam arti mekanisme maupun etik, ketaatan terhadap kelaziman jurnalistik (the best practices of democratic media), dan ketaatan pada hukum.

Dengan adanya organisasi kewartawanan bagi wartawan diyakini dapat menjadi rambu-rambu agar wartawan tersebut terhindar dari stigma sebelah mata, dan memenuhi adanya unsur kaidah jurnalistik No 40 Tahun 1999 tentang Pers . (*)

Penulis: Agung
Jepriansyah

Editor : Agoes Hendriyanto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN