Resensi Puisi Perjuangan Sutan Takdir Alisjahbana



Perjuangan Tenteram dan damai?

Tidak, tidak Tuhanku!
Tenteram dan damai waktu tidur di malam sepi.
Tenteram dan damai berbaju putih di dalam kubur.
Tetapi hidup ialah perjuangan.
Perjuangan semata lautan segera.
Perjuangan semata alam semesta.
Hanya dalam berjuang beta merasa tenteram dan damai.
Hanya dalam berjuang berkobar Engkau Tuhanku di alam dada.


Puisi Tebaran Mega sajak “Perjuangan” adalah sebuah puisi yang diciptakan oleh Sutan Takdir Alisjahbana pada tahun 1935. Puisi ini menceritakan tentang penderitaan yang dialami oleh si penyair yang menjadikan dia seseorang yang kuat dan teguh.

Hidup disiasatinya sebagai perjuangan terus-menerus yang harus diupayakan dengan sungguh-sungguh. Hidup bukan sekadar angan-angan atau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Puisi ini mengangkat tema tentang kesedihan, keputusasaan, perjuangan, dan harapan hidup.

Makna dari puisi ini adalah bahwa hidup yang sesungguhnya adalah perjuangan. Kita harus berjuang untuk mendapatkan sukses dan perjuangan itu berkelanjutan tiada hentinya. Arti hidup yang sebenarnya adalah berjuang ketika seseorang tidak lagi mempunyai motivasi untuk berjuang maka ia tidak bisa dikatakan hidup.

Isi dari puisi Tebaran Mega sajak “Perjuangan” ini adalah bahwa sebuah perjuangan tidak berhenti pada satu titik saja. Saat kita merasa selesai melakukan atau mencapai hal yang kita inginkan sesungguhnya itu bukan akhir tetapi sebuah awal, begitupun seterusnya. Rasa tenteram dan damai akan diperoleh dari perjuangan, karena saat kita berjuang kita meminta bantuan kepada-Nya dan terus mendekatkan diri kepada-Nya.

Dengan cara itulah manusia akan dekat dengan Tuhannya karena ia akan selalu memanjatkan doa untuk memperjuangkan hidupnya, dan saat dekat dengan Tuhannya melalui doa itulah ia akan merasakan damai dan tenteram.

Hanya dengan memperjuangkan dan memiliki motivasi hidup Tuhan selalu ada di hati kita. Amanat yang terkandung dalam puisi ini adalah:
  1. Apabila kita menemui sebuah keberhasilan maka hal itu tak lepas dari campur tangan Tuhan dan apabila kita menemui kegagalan saat berjuang itu berarti Tuhan sudah menyiapkan rencana lain untuk kita, dan kita harus tetap melanjutkan perjuangan.
  2. Kita harus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan begitu segala perjuangan dan persoalan yang ada dapat terselesaikan secara sempurna dengan usaha dan campur tangan-Nya.
  3. Kita harus berjuang untuk mendapatkan kesuksesan dan sebuah perjuangan itu berkelanjutan tiada hentinya.

Penulis : AL RIFA RAHAYU DIANTHI (STKIP PGRI PACITAN)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN