Sukacita Bagi Anak-Anak Petahunan Saat Hujan, Tidak Untuk Satgas TMMD Reguler Banyumas


PEWARTA_NUSANTARA | Banyumas – Memasuki hari ke-8 pelaksanaan TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas, di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hujan masih saja turun sehingga menghambat proses pengecoran jalan 1,8 kilometer dengan lebar 3,75 meter. Selasa (7/7/2020).

Bagi seluruh anggota Satgas TMMD dan masyarakat setempat yang ikut membantu pengecoran jalan setebal 20 centimeter itu, hujan adalah musibah. Pasalnya, hari ketujuh pelaksanaan TMMD (6/7), lembur malam batal karena hujan mengguyur dari sore hari sangat lebat.

Disampaikan Serka Eko Budi Wiyono, Babinsa Petahunan dari Koramil 15 Pekuncen, Kodim Banyumas, hujan bagi mayoritas warga setempat yang berprofesi sebagai petani adalah berkah, namun bukan saat ini dimana mereka juga mempunyai kewajiban untuk membantu TNI membagnun jalan.



“Saat ini saya yakin hujan hanya menjadi berkah bagi anak-anak Petahunan. Bagi Bapak-bapak dan ibu-ibu desa yang sangat antusias membantu TNI, hujan juga bukan doa mereka sampai dengan akhir pembangunan (29/7),” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika lokasi kerja diguyur hujan sebentar saja, pasti armada pengangkut material tidak berani turun untuk dropping material ke lokasi pengecoran, sehingga satu-satunya jalan adalah langsir manual dengan cara di pikul atau di panggul.

Untuk diketahui, di hari ke-8 pelaksanaan TMMD Reguler ini, progres pengecoran jalan adalah melanjutkan panjang 641 meter, jalan menuju Obyek Wisata Curug nangga itu. (Aan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.