Bupati Pacitan Indartato; Aparatur Negara Untuk Bekerja Ikhlas Jangan Kecewakan Rakyat


PEWARTA_NUSANTARA || PACITAN - Bupati Indartato ingatkan aparatur negara untuk bekerja ikhlas serta tidak mengecewakan rakyat. Karena pada dasarnya, pemerintah ada untuk melayani serta memberi kebahagiaan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Pacitan saat acara penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara pemerintah daerah Kabupaten Pacitan dengan Pengadilan Agama Pacitan tentang pelayanan publik dibidang hukum bagi masyarakat Pacitan di Pendopo Kabupaten.

“Ini adalah tantangan bagi kita semua jangan sampai rakyat kecewa karena tidak adanya kepastian”, ungkap bupati”, Rabu (12/08).

Ungkapan bupati ini merujuk pada inovasi dari Kantor Pengadilan Agama (PA) Pacitan, meluncurkan program SITA PAKU (Sistem Integrasi Data Pengadilan Agama dan data Kependudukan). Terobosan ini menurut bupati sangat luar biasa serta efektif karena mengintegrasikan data dalam satu pintu. Sehingga masyarakat yang berperkara di PA dapat memperoleh jaminan kepastian.

“Untuk itu kita tidak bisa sendiri semua harus bisa bekerjasama demi pelayanan kepada masyarakat”, katanya lagi.

Program SITA PAKU sendiri menggandeng 3 institusi dalam satu layanan yakni, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, PT pos dan Cash Managemen Bank Syariah Mandiri (BSM). Dengan inovasi ini pula masyarakat yang sedang mengurus perkara di PA dapat terlayani dalam satu ruang tanpa harus bolak balik. Seluruh proses pembiayaan, bantuan hukum hingga data kependudukan dapat langsung diproses saat itu juga.

“Kita berharap kerjasama ini dapat menjadi pintu untuk kerjasama dengan satker yang lain”, kata Kepala Pengadilan Agama Pacitan Marwan.

Melalui program SITA PAKU ini menurut Marwan diharapkan dapat menyederhanakan birokrasi terutama perbaikan administrasi kependudukan pasca perkara sidang sehingga lebih mudah dan murah. Sesuai data PA jumlah perkara yang masuk PA Pacitan terus mengalami peningkatan . Data tahun 2019 jumlah perceraian sebanyak 1200 kasus sedangkan tahun 2020 sampai bulan Agustus sudah mencapai 1.149 kasus. (Rizky/Luky/Arif/HumasPacitan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.