Pembukaan "Wong Kampoeng Contempory" dengan tema "Kitchen Painting "

  

PEWARTA_NUSANTARA || SURAKARTA - Andrik Purwasito sosok yang jurnalis baru kenal 1 tahun lalu saat jurnalis mendaftarkan diri menjadi mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya UNS Surakarta, sebagai Kaprodi S3 Program Doktor Kajian Budaya. Jurnalis sebagai mahasiswa selalu minta bimbingan dan arahan agar tidak tersesat dalam Ilmu Kajian budaya.  

Selamat dan sukses selalu untuk Prof Andrik Purwasito yang kemarin,  Kamis 13 Agustus 2020 merayakan Milad  sekaligus  pembukaan "Wong Kampoeng Contempory". Tema yang diusung Prof Andrik dalam pembukaan tersebut "Kitchent Painting" memanfaatkan perabotan rumah tangga menggantikan alat lukis tradisional. 

Dilansir dari wikepedia.org Andrik Purwasito   seorang Guru Besar di Universitas Sebelas Maret Surakarta, dalam bidang Ilmu Komunikasi Lintas Budaya. Beliau juga ahli dalam bidang Kajian Budaya dan Hubungan Internasional. Beliau dikenal sebagai pengarang sastra Jawa modern dan sastra Indonesia, menulis puisi, juga melukis (setelah bergabung di Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI sejak 1980), beliau juga Dalang wayang kulit dengan nama beken Ki Ageng Guru. Beliau lahir di kota kecil, Trenggalek, Jawa Timur, merupakan putra dari seorang Ibu, Guru, dan menjadi anak pertama dari delapan bersaudara (hidup) yang ayahnya menjadi seorang Lurah di Wonocoyo, Trenggalek serta pensiunan ABRI.

Pada Kamis (13/08/2020) mulai jam 19.30 WIB Prof Andrik dalam acara soft opening ceremony “Wong Kampoeng Contemporary” dengan tema  “Kitchent Painting” mendemontrasikan keahliannya dalam dunia seni lukis yang beraliran POP.   Jari-jarinya begitu cekatan untuk memainkan kuas dalam kanvas.  Tak heran Prof.  Andrik  lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia, Yogyakarta lulus tahun 1980.

Prof Andrik sebagai seorang seniman tidak berhenti begitu saja,  kuliah di jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (1976-1981), beliau melanjutkan studi S2 dan S3 di Ecole des Hautes Etues en Science Sociales, Paris, Prancis (1989-1992) dalam bidang Sejarah dan Peradaban.  

Pada tahun 1977-1980, beliau aktif menjadi pelatih drama di Fisipol UGM, membina ruang seni-sastra di Radio Reco Buntung (1981-1984), pendiri buletin Sastra Jawa Rara Jonggrang (1982), pendiri sanggar Solidaritas Penyair Yogya (1983), pemimpin Redaksi dan Editor penerbitan di PLP2M, Yogyakarta, beliau pernah menjadi wartawan dan desk Internasional pada harian Kedaulatan Rakyat (1984-1985). beliau menjadi dosen di Fisipol UNS Surakarta di jurusan Ilmu Komunikasi sejak 1985. Beliau juga dipilih menjadi Komisaris OPSJ (Organisasi Pengarang Sastra Jawa) Yogyakarta. Sejumlah Puisi Andrik yang berbahasa Indonesia masuk dalam Antologi Penyair Yogya Tiga Generasi (1981), Pagar-Pagar (1984), dan Prasasti (1984), serta Tugu (DKY, 1986). Beliau juga telah menyunting buku Ketergantungan Dunia Ketiga terhadap Kapitalisme dan Masalah Kesejahteraan Rakyat (1985) dan Islam dan Perubahan Sosial Politik di Negara Sedang Berkembang (1985). Beliau memiliki berbagai karya yang telah terbit, antara lain, Guritan-guritan yang telah beliau buat telah tersebar di berbagai majalah antara lain, Rara Jonggrang, Djaka Lodang, Jaya Baya, Pustaka Candra, Mekar Sari. Dan Bukunya, meliputi : Kisah anak Pesisir Perigi (Cerita Anak, Depdikbud, 1983), dan Seninjong (kumpulan Puisi 1984), Cintaku Menyebrang Laut (1995), Imajeri India, (1981), Komunikasi Multikultural (2015), Pengantar Studi Politik (2011), Perspektif dalam Kebijakan Publik (2003), Semiologi Komunikasi (2001), L'Ars Factum, Metodologi Penciptaan Seni (2017), dll.

Konsep Seni

Prof Andrik dalam lukisannya memilih aliran seni pop. Seperti hari Kamis dalam acara pembukaan “Wong Kampoeng Contempory” dengan tema “Kitchent Paint”.  Gagasan bermula dari “Work From Home” orang dipaksa untuk bekerja di rumah dan berada di rumah.  Selain itu adanya protocol kesehatan yang harus dipatuhi.

Dengan memanfaatkan segala peralatan dapur bekas tidak masalah dengan maksud mengurangi ketergantungan dengan peralatan seni rupa yang biasa diguanakan oleh para seniman.  Konsep ini sama yang telah dilakukan oleh Prof. Andrik dalam  menciptakan konsep seni: "seni sampah." (Https://www.youtube.com/watch?v=5l00hkntFlM).

Pameran Seni Rupa

Sebagai seorang Guru Besar di UNS Surakarta jiwa seni terus mengalir dengan beberapa pameran tunggal sebagai berikut;

  1. Pameran Seni Rupa, Tears Inside dilakukan di Balai Soedjatmoko, Solo, Indonesia (April 2009) dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=ej8wzdPDq1w). 
  2. Berpartisipasi dalam Simposium Musim Panas Seni dan Penciptaan, Diorganisir oleh Art Colony di Gyergyószárhegy (Romania), kegiatan bisa dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=TzHkwdXHcdA.
  3. Pameran bersama dengan seniman dari 40 negara di Kamp Seni Lazarea, Rumania (Agustus 2009).
  4. Lukisan beliau juga dipamerkan pada ASEAN DAY yang diadakan di Bucharest 6 Agustus 2009 
  5. Pameran seni rupa lainnya yang diadakan di berbagai kota seperti di Taman Budaya Jawa Tengah, Dewan Kesenian Surakarta.

Jurnalis Prabangkaranews mengucapkan selamat untuk pembukaan “Wong Kampoeng Contempory”.  Sukses selalu semoga bisa menginspirasi khususnya Mahasiswa S3 Program Studi Kajian Budaya UNS Surakarta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.