The Preservation Strategy of Kethek Ogleng Pacitan in Millennial Era (Agoes Hendriyanto, Bakti Sutopo, Arif Mustofa)

Strategi Pelestarian Kethek Ogleng Pacitan di Era Milenial

Oleh:
Agoes Hendriyanto, Bakti Sutopo, Arif Mustofa

Abstrak
Kethek Ogleng Pacitan adalah salah satu karya agung yang ada di Indonesia. Itu adalah seni pertunjukan yang hidup di tengah-tengah masyarakat Pacitan. Sama halnya dengan kesenian lainnya, Kethek Ogleng membutuhkan perhatian untuk keberlanjutannya karena terpinggirkannya kesenian tradisional masa kini serta masuknya kesenian yang berasal dari budaya luar yang dianggap lebih modern dan maju. Oleh karena itu, strategi pelestarian harus dikontekstualisasikan dengan kondisi masyarakat saat ini. Namun dari kebutuhan yang mendesak ini, penelitian yang terfokus pada isu-isu tersebut belum dibahas secara signifikan. Dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai strategi yang dapat digunakan untuk melestarikan kethek ogleng. Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan deskriptif kualitatif dengan objek utama Seni Kethek Ogleng Pacitan. Lebih lanjut, Pengumpulan data menggunakan berbagai metode antara lain observasi partisipan, wawancara dengan seniman Ogleng Kethek, dan studi literatur. Oleh karena itu, patut dicatat bahwa strategi pelestarian Seni Pertunjukan di era milenial dapat menjadi strategi jangka pendek dan jangka panjang. Kemudian strateginya adalah sebagai berikut; (1) Roadshow Kethek Ogleng; (2) revitalisasi sanggar seni Wanoro Condro; (3) festival seni; (4) perayaan warga; (5) kegiatan ekstrakurikuler di berbagai jenjang lembaga pendidikan; (6) melestarikan seni sebagai warisan takbenda yang disebut Warisan Budaya Tak Benda (WBTB); dan (6) visualisasi serta digitalisasi Kethek Ogleng Pacitan. Dengan demikian, perlu dicatat bahwa strategi pelestarian Seni Pertunjukan di era milenial dapat menjadi strategi jangka pendek dan jangka panjang. Kemudian strateginya adalah sebagai berikut; (1) Roadshow Kethek Ogleng; (2) revitalisasi sanggar seni Wanoro Condro; (3) festival seni; (4) perayaan warga; (5) kegiatan ekstrakurikuler di berbagai jenjang lembaga pendidikan; (6) melestarikan seni sebagai warisan takbenda yang disebut Warisan Budaya Tak Benda (WBTB); dan (6) visualisasi serta digitalisasi Kethek Ogleng Pacitan. Oleh karena itu, patut dicatat bahwa strategi pelestarian Seni Pertunjukan di era milenial dapat menjadi strategi jangka pendek dan jangka panjang. Kemudian strateginya adalah sebagai berikut; (1) Roadshow Kethek Ogleng; (2) revitalisasi sanggar seni Wanoro Condro; (3) festival seni; (4) perayaan warga; (5) kegiatan ekstrakurikuler di berbagai jenjang lembaga pendidikan; (6) melestarikan seni sebagai warisan takbenda yang disebut Warisan Budaya Tak Benda (WBTB); serta (6) visualisasi serta digitalisasi Kethek Ogleng Pacitan. (3) festival seni; (4) perayaan warga; (5) kegiatan ekstrakurikuler di berbagai jenjang lembaga pendidikan; (6) melestarikan seni sebagai warisan takbenda yang disebut Warisan Budaya Tak Benda (WBTB); dan (6) visualisasi serta digitalisasi Kethek Ogleng Pacitan. (3) festival seni; (4) perayaan warga; (5) kegiatan ekstrakurikuler di berbagai jenjang lembaga pendidikan; (6) melestarikan seni sebagai warisan takbenda yang disebut Warisan Budaya Tak Benda (WBTB); serta (6) visualisasi serta digitalisasi Kethek Ogleng Pacitan.

Istilah Indeks: strategi, seni, kethek ogleng, pelestarian. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer