WARGA KAMPUNG GAMBUT UNDANG SATGAS YONIF 413 BREMORO BAKAR BATU


PEWARTA_NUSANTARA || JAYAPURA - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menerima undangan kegiatan Bakar Batu di Kampung Gambut Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Jumat (28/08/20).

Menurutnya, kegiatan Bakar Batu yang dilaksanakan di Kampung Gambut tersebut dimaksudkan untuk menggalang dana masyarakat. 

"Acara Bakar Batu tersebut untuk menggalang dana pembangunan Gereja yang sudah mulai diretas oleh masyarakat setempat. Kami selain menghadiri undangan juga turut berpartisipasi dalam acara penggalangan dana tersebu, " Ujar Dansatgas

Sebagaimana diketahui bahwa Tradisi Bakar Batu merupakan salah satu tradisi penting di Papua berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahmi, menyambut kebahagiaan, kelahiran, perkawinan adat dan penobatan kepala suku.  

"Momen pembangunan Gereja juga merupakan acara sakral menyambut kebahagiaan dimana Gereja adalah tempat suci kami untuk beribadah, " ucap Aditu Kogoya (57) selaku Kepala Pendeta.

Setidaknya sekitar 150 orang terlibat dalam acara tersebut termasuk dari rombongan Satgas Yonif MR 413 Kostrad Pos Bendungan Tami pimpinan Letda Inf Bayu Dwigantara. Dikatakan Bayu bahwa dirinya merasa terhormat diundang oleh Kepala Kampung Bapak Yumuni Jikwa (62).

 "Kami merasa sudah dianggap menjadi bagian dari Warga Kampung Gambut ini, kami akan selalu menjaga stabilitas keamanan untuk menjamin kenyamanan masyarakat Gambut." Ujar Bayu.

Proses pembakaran batu tersebut setidaknya memerlukan waktu tiga jam dari mulai menyiapkan bahan bakar kayu, membakar batu hingga makanan siap untuk disantap secara bersama-sama. Adapun makanan yang tersaji dalam acara tersebut berupa jagung, singkong dan ketela rambat yang merupakan hasil panen raya masyarakat Gambut.

Sumber:  Pensatgas Yonif MR 413 Kostrad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer