NILAI KEARIFAN LOKAL UPACARA ADAT TETAKEN DESA MANTREN, PACITAN

NILAI KEARIFAN LOKAL UPACARA ADAT TETAKEN

Agoes Hendriyanto / PBSI-STKIP PGRI Pacitan

Email: rafid.musyffa@gmail.com

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.  Lokasi penelitian ini di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian upacara Adat Tetaken sebagai berikut:  Nilai-nilai sosial dan budaya yang terdapat dalam upacara adat Tetaken Desa Mantren dipergunakan sebagai  modal sosial (Social Capital) masyarakat Mantren, Pacitan dan Indonesia. Nilai tersebut telah lama dipergunakan oleh masyarakat Mantren secara turun temurun dalam kehidupan salah satunya dalam Upacara Adat Tetaken.  Nilai tersebut atau sering disebut dengan nilai kearifan lokal  Mantren dalam Upacara Adat Tetaken sebagai berikut: nilai-nilai religiusitas, mencintai alam, musyawarah untuk mufakat, kebersamaan, dan gotong royong.  Nilai yang melekat dan  diyakini kebenaran oleh masyarakat Mantren dalam upacara Adat Tetaken harus selalu dilestarikan dan dipertahankan.

 

Kata Kunci: Nilai Kearifan Lokal, Tetaken

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer