Novel "Sang Keris" Karya Panji Sukma Raih Satu Persatu Penghargaan

 

PEWARTA_NUSANTARA || SURAKARTA - Panji Sukma, sosok novelis yang lahir di Sukoharjo, 1 Maret 1991. Saat ini menempuh studi Program Doktoral Kajian Budaya di Universitas Sebelas Maret Surakarta dan bergiat di Komunitas Kamar Kata Karanganyar. 

Kepada jurnalis Pewarta_Nusantara, novelis muda dengan Karya yang telah terbit, novel Sang Keris (Gramedia Pustaka Utama, 2020), novel Astungkara (Penerbit Nomina, 2018), novel Canai (Penerbit  UNSA Press, 2019) Semesta Bersua Zine (2016), dan kumpulan fiksi mini Iblis dan Pengelana (Penerbit Buku Mojok, 2020). Pemenang kedua Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2019 dan nomine penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Jawa Tengah. Rabu (02/09/2020).

Novel "Sang Keris" naskah  bertokoh sebilah keris, Kyai Kanjeng Karonsih, sebagai pengelana waktu yang berpindah-pindah tangan melintasi sejarah Indonesia. Sejak kelahiran mistikalnya di kahyangan dalam kosmologi Jawa, turun menitis ke masa kerajaan Jawa kuno Hindu-Buddha, kemudian era pengujung kejayaan Majapahit, masuknya Islam, masa Kemerdekaan, hingga zaman modern. Dari yang mitologis bergerak ke yang historis.

 Novel Sang Keris Bisa didapatkan di toko Gramedia dengan link; https://ebooks.gramedia.com/id/buku/sang-keris Novel beralur non-linier ini memecah dirinya dalam banyak bab panjang dan pendek, beberapa dapat berdiri sebagai cerita tersendiri. Bentuk novel terbilang rumit, memperlihatkan keberanian untuk menguji-coba bentuk dan isi. 

Sifat serba-melintasi berlaku bukan hanya pada tokoh, zaman, atau tataran realitas yang berbeda, tetapi juga ragam bahasa yang berubah-ubah sesuai ruang dan waktu, serta sudut pandang pengisahan yang berubah-ubah dengan alusi yang halus mengarah kepada tokoh-tokoh dalam sejarah Indonesia.  (dikutip dari pertanggungjawaban juri novel Dewan Kesenian Jakarta 2019)

Pada awalnya naskah Sang Keris telah lebih dulu menjadi pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2019. Lalu, naskah itu diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama. Setelah terbit novel ini banyak mendapat resensi dan dimuat diberbagai media baik cetak maupun digital. 

Penulis merasa novel Sang Keris cukup bisa diterima khalayak, terlebih diterbitkan oleh penerbit yang mumpuni, sehingga penulis memberanikan diri untuk mengirim pada Badan Bahasa Kemendikbud guna mengikuti Penghargaan Sastra 2020. Surat-menyurat: bersualahsemesta@gmail.com. Twitter dan Instagram: @buruhseni.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.