Sugiyatno Sebagai Nahkoda MAN Pacitan Jawa Timur

PEWARTA_NUSANTARA || PACITAN -  Rapat perkenalan Kepala MAN Pacitan sekaligus rapat  Komite MAN Pacitan yang dihadiri 18 peserta yang terdiri dari; Plt MAN, Kepala MAN Baru,  Waka, Kepala TU, dan  komite MAN yang dilaksanakan di Aula MAN Pacitan. Hari Jum'at 25 September 2020.

Anik Rosidah, S.Ag yang telah mengemban tugas sebagai Plt selama 10 bulan, telah menjalin kerjasama dengan Komite MAN Pacitan yang dikomandani  Badrul Amali, S.H., M.H.,CLA dengan berbagai program yang telah diselesaikan  dan belum tercover dalam  situasi kondisi Pandemi Covid-19.  Berbagai program telah dijalankan namun ada beberapa yang belum terlaksana yaitu pembangunan Masjid MAN yang diharapkan bisa menampun jumlah siswa MAN Pacitan. 

Mohon maaf jika sela ini dalam menjalankan tugas belum bisa maksimal khususnya dalam menjalin komunikasi dengan semua pihak termasuk Komite, " tegas Anik Rosidah

Kepala MAN baru Sugiyatno, M.Pdi, yang berasal dari Kabupaten Boyolali, namun sejak 2001 menjadi warga Pacitan tahun 2001.  Pengalaman Sugiyatno yang dulu bertugas di Kalak, kemudian MIN Sidoarjo Pacitan, menjadi modal Sugiyatno dalam meimimpin MAN Pacitan.  

Sugiyatno dalam kesempatan tersebut bercerita  saat dipanggil ke Surabaya untuk dilantik menjadi Kepala MAN Pacitan 14 September 202.  Walaupun cukup berat namun amanat tersebut harus dijalankan.   Semoga dengan kemitraan semua elemen di MAN Pacitan, kita yakin MAN PASTI BISA.   

"Untuk menjadikan MAN berbeda dengan sekolah yang lain, menjadi salah satu tujuan masyarakat Pacitan untuk melanjutkan sekolah setelah lulus Sekolah Menengah Pertama. MAN sebagai lembaga sekolah Madrasah Aliyah harus mempunyai nilai plus dibandingkan dengan sekolah lainnya di Kabupaten Pacitan.  Itulah tantangan MAN ke depan, " jelas Sugiyatno, M.Pdi

Badrul Amali, S.H.,M.H.,CLA sebagai ketua komite MAN Pacitan, memberikan pernyataan terlebih dahulu terhadap kegalauan siswa dan orang tua di saat pandemi covid-19.  Kebijakan terhadap pendidikan yang ditutup, namun kafe dibuka, pasar dibuka, mall dibuka.  Kemudian timbul pertanyaan, Bagaimana kualitas dan kuantitas pendidikan untuk memproduk generasi ke depan yang lebih baik ?  Pendidikan tatap muka sangat diperlukan namun perlu dipikirkan agar patuh terhadap protokol kesehatan. 


"Selamat datang kepada Sugiyatno,M.Pdi sebagai Kepala sekolah yang baru.  Bagaimana untuk menyamakan persepsi dengan Komite  MAN untuk saling bersinergi untuk menjadikan MAN Pacitan lebih baik. Semoga sinergisitas yang selama 1 tahun telah komite jalin akan lebih baik lagi untuk bersama-sama mewujudkan MAN lebih baik lagi, "pesan Badrul Amali, S.H.,M.H.,CLA. 

Semoga kita bisa mewujudkan MAN Pacitan untuk mencetak generasi unggul, cerdas, mandiri, dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Esa.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.